Benarkah Penderita Osteoporosis Tak Boleh Olahraga? Ini Kata Dokter
"Nah kalau pada lansia tidak boleh lari, kalau anak muda lari boleh. Kalau lansia tidak boleh lari, dengkulnya hancur. Jadi gimana? Ya pilih berenang atau sepeda itu baru kardio aerobik. Latihan bebannya belum, harus latihan beban, kalau cuma kardio melulu ya nanti keropos juga," jelasnya.
Meski demikian, pemilihan olahraga bagi penderita osteoporosis tidak bisa disamaratakan. Tingkat kepadatan tulang, kondisi persendian, riwayat patah tulang, serta kemampuan menjaga keseimbangan perlu menjadi pertimbangan sebelum memulai latihan. Konsultasi dengan dokter juga diperlukan untuk menentukan jenis dan intensitas olahraga yang aman.
Selain menganjurkan olahraga bagi penderita osteoporosis, dr Henry mengingatkan pentingnya membangun kekuatan tulang sejak usia muda. Sebab, massa tulang manusia umumnya mencapai puncaknya pada awal usia 30-an. Setelah melewati masa tersebut, massa tulang secara alami cenderung mengalami penurunan.
Dengan berolahraga secara rutin sejak usia muda, seseorang diharapkan dapat membangun massa tulang yang optimal sebelum memasuki usia lanjut.
"Tidak ada sesekali, mana ada sesekali. Itu mesti ada konstan. Jadi puncak massa tulang pada manusia itu rata-rata dicapai awal 30-an. Sudah begitu puncaknya lewat, nanti turun. Jadi kita berusaha supaya puncak kita tinggi," pungkasnya.
Dengan demikian, osteoporosis bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru, olahraga yang tepat dan dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tulang dan otot, termasuk ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Editor: Muhammad Sukardi