Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sering Berpikir Negatif! Ini Dampaknya bagi Fungsi Otak
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Cuma Bikin Stres, Sering Overthinking Dikaitkan dengan Risiko Penurunan Kognitif

Rabu, 23 September 2026 - 05:27:00 WIB
Bukan Cuma Bikin Stres, Sering Overthinking Dikaitkan dengan Risiko Penurunan Kognitif
Bukan cuma bikin stres, kebiasaan overthinking atau berpikir negatif secara berulang juga dikaitkan dengan risiko penurunan kognitif. (Foto: Ilustrasi AI))
Advertisement . Scroll to see content

Repetitive negative thinking sendiri mencakup pola pikiran negatif yang terus berulang. Contohnya rumination, yakni terus memikirkan kejadian buruk di masa lalu, serta kekhawatiran berulang mengenai hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan.

Meski menemukan kaitan dengan perubahan kognitif dan penanda biologis Alzheimer, penelitian tersebut tidak membuktikan overthinking secara langsung menyebabkan Alzheimer.

“Nah tapi, penelitian ini sifatnya baru mencari hubungan ya, bukan sebab-akibat,” kata Adam.

Para peneliti menyebut masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah mengurangi repetitive negative thinking benar-benar dapat menurunkan risiko Alzheimer.

Adam pun mengingatkan temuan tersebut dapat menjadi perhatian untuk mulai mengelola kebiasaan berpikir negatif. “Namun tetap perlu jadi alarm untuk kita agar lebih mengelola kebiasaan berpikir negatif untuk menjaga kondisi otak,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut