Cegah Talasemia pada Calon Buah Hati dengan Lakukan Ini Sebelum Menikah
“Talasemia mayor diturunkan dari orang tua yang jadi penyandang maupun carrier. Oleh karena itu, upaya deteksi dini untuk menemukan carrier talasemia diharapkan mencegah terjadinya perkawinan sesama carrier sehingga mencegah kelahiran bayi dengan talasemia mayor,” kata dr Maxi Rein Rondonuwu di acara ‘Media Briefing Hari Talasemia Sedunia 2021’ yang digelar virtual, Rabu (5/5/2021).
Sebagai penyakit turunan, dia mengimbau masyarakat melakukan pencegahan melalui deteksi dini sebelum menikah. Hal itu menjadi penting untuk mencegah kelahiran bayi dengan talasemia.
Sebab, penyandang talasemia harus melakukan beragam pengobatan. Mulai dari penambahan vitamin hingga transfusi darah secara rutin seumur hidupnya pada kasus talasemia mayor. Pada kasus talasemia yang parah, kemungkinan penyandang juga akan dianjurkan untuk melakukan transplantasi sumsum tulang.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan dengan melakukan skrining atau deteksi dini sebelum menikah. “Melakukan skrining dan deteksi secara dini sebelum menikah penting untuk mencegah perkawinan antara pembawa sifat yang dapat meningkatkan kelahiran bayi dengan talasemia. Jadi, kalau dua-duanya ada pembawa sifat, suami istri itu, bisa lahir (anak dengan) talasemia mayor,” ujarnya.
Editor: Dyah Ayu Pamela