Dunia Medis Geger! Ginjal Babi Hidup di Tubuh Manusia Selama 271 Hari
Yang menarik, dokter tidak menemukan tanda bahwa antibodi menyerang ginjal babi tersebut. Karena itu, penyebab pasti kegagalan organ belum diketahui.
Setelah ginjal babi diangkat, Andrews harus kembali menjalani dialisis selama 82 hari. Pada Januari 2026, dia akhirnya mendapatkan ginjal manusia dari donor.
Ginjal manusia tersebut hingga kini dilaporkan berfungsi dengan baik.
Keberhasilan ginjal babi bertahan selama 271 hari menjadi bukti penting bahwa xenotransplantasi mulai bergerak dari sekadar eksperimen menuju kemungkinan penggunaan klinis yang lebih luas.
Namun, para peneliti menegaskan masih ada tantangan besar yang harus dipecahkan. Salah satunya adalah memahami secara tepat mengapa organ akhirnya mengalami kerusakan setelah berbulan-bulan berada di tubuh manusia.
Kasus Andrews yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet menunjukkan dua sisi sekaligus, besarnya potensi transplantasi organ hewan dan masih banyaknya persoalan yang harus diselesaikan.
Jika teknologi tersebut terus berkembang, ginjal babi hasil rekayasa genetik berpotensi menjadi salah satu solusi untuk persoalan klasik dunia transplantasi, terlalu banyak pasien yang membutuhkan organ, tetapi terlalu sedikit organ donor yang tersedia.
Bagi pasien seperti Andrews, terobosan itu bukan hanya tentang teknologi. Itu adalah tentang waktu, kesempatan hidup, dan harapan untuk terbebas dari mesin dialisis sambil menunggu donor manusia yang cocok.
Editor: Muhammad Sukardi