Fakta Baru! Rajin Ngegym Bantu Kurangi Gejala Depresi
Selain latihan beban, aktivitas fisik lain yang sesuai dengan kondisi tubuh juga bisa menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran. Hal terpenting adalah memilih aktivitas yang aman dan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Meski berpotensi membantu mengurangi gejala depresi, latihan beban tidak dapat menggantikan pemeriksaan maupun penanganan medis. Hal ini ditegaskan Adam agar masyarakat tidak menganggap olahraga sebagai terapi utama untuk gangguan depresi.
“Yang perlu diingat ini bukan terapi utama ya, tapi tambahan. Bila memang ada kondisi depresi, tetap diperiksakan ke dokter ya,” tegasnya.
Peringatan tersebut penting karena kesedihan biasa tidak selalu sama dengan depresi klinis. Seseorang bisa merasa sedih ketika menghadapi masalah, kehilangan orang terdekat, atau mengalami patah hati. Namun, perasaan sedih saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gangguan depresi.
Sebaliknya, gejala yang menetap dan mulai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari perlu mendapatkan perhatian lebih serius.