Ibu Hamil Dilarang Makan Ikan Mentah, Ini Bahayanya Kata Dokter
JAKARTA, iNews.id - Ibu hamil jangan makan ikan mentah karena makanan laut yang tidak dimasak hingga matang berisiko mengandung bakteri dan parasit. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Fajar Alam, mengingatkan ibu hamil tetap boleh mengonsumsi seafood selama makanan tersebut dimasak hingga matang sempurna.
Menurut dr Fajar, seafood sebenarnya dapat menjadi bagian dari makanan ibu hamil. Kandungan nutrisi dalam makanan laut juga baik untuk mendukung kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Namun, ibu hamil perlu memperhatikan cara pengolahan seafood. Makanan laut yang dikonsumsi sebaiknya sudah dimasak dengan matang untuk mengurangi risiko paparan bakteri dan parasit.
"Ingat prinsipnya Ibu hamil, masaknya harus matang. Nah, untuk sushi, ingat di Indonesia ada sushi yang matang juga, enggak semua sushi mentah. Sushi yang matang, dimasak sempurna, boleh," ujarnya.
Artinya, ibu hamil tetap dapat mengonsumsi sushi selama memilih jenis yang menggunakan bahan makanan yang sudah dimasak secara sempurna. Sebaliknya, sushi atau hidangan yang menggunakan ikan mentah sebaiknya dihindari selama kehamilan.
Selain tingkat kematangan, jenis ikan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Ibu hamil disarankan memilih seafood dengan kadar merkuri rendah.
dr Fajar menjelaskan anggapan ibu hamil harus menghindari seluruh makanan laut atau seafood tidak sepenuhnya benar. Seafood tetap boleh dikonsumsi dengan memperhatikan jenis, jumlah, dan tingkat kematangannya.
"Boleh enggak sih makan seafood? Ya, jadi ada seorang pasien, dia ibu hamil nanya, 'Boleh enggak sih makan seafood?' Jadi prinsipnya Ibu-ibu, seafood itu boleh," ujar dr. Fajar, dikutip Selasa (1/9/2026).
Dia menyarankan ibu hamil mengonsumsi makanan laut sekitar 2 sampai 3 ons per hari. Jenis seafood yang dipilih sebaiknya berasal dari ikan berukuran kecil atau yang tidak berada di posisi atas rantai makanan.
Beberapa jenis seafood yang disebut relatif aman antara lain ikan sarden, ikan teri, ikan kembung, udang, kepiting, dan cumi-cumi.
"Jadi kita harus perlu tahu dulu makanan yang rendah merkuri itu apa aja, ikan-ikanan apa aja, ya. Misalnya ikan yang tergolong kecil biasanya ya, ikan sarden ini maksudnya sarden ya bukan sarden kalengan itu ya jadi ikan sarden, terus ikan teri, kemudian ikan kembung, udang, kepiting, cumi-cumi, itu semua aman. Dan ikan-ikan yang tergolong kecil bukan mata rantai di atas, ikan besar," ujar dr Fajar.
Hindari Ikan Tinggi Merkuri
Selain ikan mentah, ibu hamil juga perlu lebih selektif terhadap jenis ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi. Ikan predator berukuran besar cenderung dapat mengakumulasi merkuri lebih banyak karena berada di bagian atas rantai makanan.
"Kita harus tahu yang perlu digarismerahi itu adalah ikan-ikan yang banyak mengandung merkuri tinggi. Biasanya ikan-ikan hiu, ikan tuna mata besar, kemudian ikan marlin. Nah, ini biasanya kadar merkurinya tinggi," ujarnya.
Dia menegaskan ikan berukuran kecil hingga sedang yang umum dikonsumsi masyarakat cenderung memiliki kadar merkuri lebih rendah. Meski begitu, cara pengolahan tetap harus diperhatikan agar seafood yang dikonsumsi ibu hamil matang sempurna.
"Jadi kalau ikan-ikan yang sedang, kecil, yang kita biasa makan, itu semua normal. Merkurinya enggak terlalu tinggi dan cenderung rendah, jadi aman, enggak apa-apa," ujar dr Fajar.
Dengan demikian, ibu hamil jangan makan ikan mentah dan sebaiknya memilih seafood yang dimasak hingga matang sempurna. Ikan dengan kadar merkuri rendah seperti sarden, teri, dan kembung dapat menjadi pilihan, sementara ikan predator berukuran besar seperti hiu, tuna mata besar, dan marlin perlu dihindari.
Editor: Dani M Dahwilani