Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nikotin Bikin Ketergantungan, Benarkah Jadi Penyebab Utama Kanker? Begini Kata Ahli
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Tantangan Kesehatan, Dunia Butuh Langkah Konkret Atasi Dampak Merokok

Kamis, 03 September 2026 - 04:56:00 WIB
Jadi Tantangan Kesehatan, Dunia Butuh Langkah Konkret Atasi Dampak Merokok
Epidemi merokok masih menjadi tantangan kesehatan global di berbagai negara termasuk Indonesia. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Ruth Bonita adalah seorang akademisi kesehatan publik asal Australia-Selandia Baru yang merupakan profesor emeritus di Universitas Auckland. Sebelumnya, dia dianugerahi gelar Officer of the New Zealand Order of Merit atas jasanya di bidang kedokteran.

Sementara Robert Beaglehole adalah seorang dokter kesehatan masyarakat, ahli epidemiologi, dan mantan direktur di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) asal Selandia Baru.

Bonita dan Beaglehole berpendapat bahwa kebijakan pengendalian tembakau perlu beradaptasi dengan perkembangan bukti ilmiah dalam satu dekade terakhir. Makin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa produk nikotin tanpa pembakaran memiliki risiko kesehatan lebih rendah serta berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok.

Perkembangan bukti ilmiah tersebut dinilai membuka peluang bagi pendekatan THR untuk menjadi bagian penting dalam strategi mempercepat berakhirnya epidemi merokok.

“Lanskap kebijakan telah mengalami perubahan. Produk nikotin bebas asap saat ini telah digunakan oleh jutaan orang di berbagai belahan dunia. Bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok bagi orang dewasa, sekaligus berperan dalam mendukung transisi dari penggunaan produk tembakau, kini jauh lebih kuat dibandingkan sepuluh tahun yang lalu," tulis para penulis.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut