Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nikotin Bikin Ketergantungan, Benarkah Jadi Penyebab Utama Kanker? Begini Kata Ahli
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Tantangan Kesehatan, Dunia Butuh Langkah Konkret Atasi Dampak Merokok

Kamis, 03 September 2026 - 04:56:00 WIB
Jadi Tantangan Kesehatan, Dunia Butuh Langkah Konkret Atasi Dampak Merokok
Epidemi merokok masih menjadi tantangan kesehatan global di berbagai negara termasuk Indonesia. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Menurutnya, berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa pendekatan THR dapat melengkapi kebijakan pengendalian tembakau yang sudah ada. Di Inggris, diperkirakan sekitar 20 ribu-30 ribu perokok dewasa berhasil berhenti merokok setiap tahun setelah beralih ke rokok elektronik.

Sementara itu, di Jepang, penjualan rokok konvensional turun hingga 52 persen setelah diperkenalkannya produk tembakau yang dipanaskan. Di sejumlah negara lain, peningkatan penggunaan produk nikotin bebas asap juga diikuti dengan penurunan prevalensi merokok serta berkurangnya insiden kanker paru.

Peluang Indonesia Pimpin Transformasi Pengendalian Tembakau di ASEAN

Berangkat dari pengalaman tersebut, Tikki menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin transformasi kebijakan pengendalian tembakau di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara melalui pendekatan yang lebih inovatif, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pengurangan risiko.

Sebagai negara dengan jumlah perokok dewasa terbesar di kawasan sekaligus memiliki kapasitas riset yang terus berkembang, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan THR yang proporsional dan berbasis bukti.

Tikki menambahkan, potensi tersebut didukung oleh semakin berkembangnya ekosistem riset di Indonesia. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menerbitkan penelitian terkait THR, yang menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik menghasilkan emisi zat berbahaya dan berpotensi berbahaya dalam jumlah yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok yang dibakar.

Dia menilai pendekatan tersebut semakin relevan bagi Asia Tenggara yang masih menjadi salah satu kawasan dengan konsumsi tembakau terbesar di dunia, yaitu sekitar 25 persen pengguna tembakau global berada di ASEAN.

“Penerapan strategi-strategi ini sebagai bagian dari Visi Indonesia 2045 dapat memberikan kontribusi besar bagi kesehatan masyarakat. Strategi ini juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin di kawasan. Apabila strategi-strategi tersebut juga diterapkan di negara-negara lain sejalan dengan semangat Visi Komunitas ASEAN 2045 (ASEAN Community Vision 2045), hal ini dapat mewujudkan ASEAN yang lebih tangguh demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Tikki.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut