Warning! Medsos Terbukti Bisa Memicu Gangguan Mental pada Anak Muda
JAKARTA, iNews.id - Media sosial bisa menjadi sumber tekanan psikologis bagi remaja dan anak muda. Kebiasaan melihat pencapaian, gaya hidup mewah, hingga kesuksesan orang lain di layar ponsel dapat memicu kecemasan ketika seseorang mulai membandingkan kehidupannya dengan apa yang dilihat di internet.
Di balik foto dan video yang terlihat sempurna, pengguna belum tentu mengetahui realitas kehidupan orang yang membuat konten tersebut. Namun, ketika unggahan itu dianggap sebagai gambaran kehidupan yang sebenarnya, sebagian orang bisa merasa tertinggal, kurang berhasil, atau tidak cukup baik dibandingkan orang lain.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi, mengingatkan bahwa paparan konten semacam ini perlu disikapi secara kritis, terutama oleh remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan.

Dia menjelaskan, hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan kelompok remaja hingga dewasa menjadi pengguna internet paling aktif, dengan proporsi mencapai 80 persen sebagaimana disampaikan dalam keterangannya.
Menurut Imran, kemudahan mengakses informasi membuat anak muda dapat melihat pencapaian orang lain tanpa mengetahui proses panjang yang melatarbelakanginya. Akibatnya, apa yang ditampilkan di media sosial berpotensi menjadi tolok ukur untuk menilai kehidupan sendiri.