Jantung Koroner Jadi Penyebab Kematian Cecep Reza, Kenali Faktor Risiko & Gejalanya

Siska Permata Sari ยท Rabu, 20 November 2019 - 14:59 WIB
Jantung Koroner Jadi Penyebab Kematian Cecep Reza, Kenali Faktor Risiko & Gejalanya

Kenali Faktor Risiko & Gejala penyakit jantung (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Kabar duka baru saja menyelimuti industri hiburan Tanah Air. Aktor Mochamad Syariful Zanna alias Cecep Reza telah mengembuskan napas terakhir di usia 31 tahun pada Selasa, 19 November 2019.

Kabar meninggalnya Cecep Reza memang cukup mengejutkan. Pasalnya, pemeran Bombom dalam sinetron Bidadari tersebut tampak sehat di malam sebelum dia berpulang. Diketahui, penyebab kematiannya yang mendadak, adalah penyakit jantung koroner (PJK).

Hal tersebut karena sebelum meninggal dunia, Cecep diketahui sempat menjalani operasi pemasangan ring pada jantung. Ini merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk pengobatan pasien penyakit jantung koroner.

Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyakit tak menular (PTM) yang mematikan, karena dapat menyebabkan serangan jantung dan meninggal dunia. PJK cenderung berkembang ketika kolesterol menumpuk di dinding arteri, dan menciptakan plak.

Plak-plak tersebutlah yang dapat menyebabkan arteri menyempit, sehingga dapat mengurangi aliran darah ke jantung. Berikut sejumlah gejala dan faktor risiko penyakit jantung koroner, seperti dirangkum iNews.id, Rabu (20/11/2019).

Gejala

Salah satu gejala paling khas dari penyakit jantung adalah angina, atau nyeri di bagian dada yang rasanya seperti tertindih, tertekan, berat, sakit atau terbakar. Angina ini juga menimbulkan gejala seperti sesak napas, gangguan pencernaan, mulas, mual, hingga berkeringat yang tidak normal.

Dilansir dari Medical News Today, sesak napas pada penderita PJK terjadi karena jantung dan organ-organ lain tidak menerima oksigen yang cukup. Gejala lainnya juga pusing, hingga kelelahan saat melakukan segala bentuk aktivitas.

Faktor Risiko

Saat ini, faktor risiko untuk penyakit jantung koroner dapat dibagi menjadi dua; yaitu berdasarkan gaya hidup dan nongaya hidup. Di antaranya memiliki penyakit hipertensi atau diabetes, obesitas, dan merokok yang meningkatkan peradangan dan meningkatkan deposit kolesterol di arteri koroner. Sementara, yang nongaya hidup terpengaruh oleh faktor risiko yang tak dapat diubah seperti riwayat keluarga dan usia.

Editor : Vien Dimyati