Kenali Gejala Penyakit Stroke sejak Dini

Siska Permata Sari ยท Kamis, 26 Oktober 2017 - 19:27:00 WIB
Kenali Gejala Penyakit Stroke sejak Dini
Stres menjadi salah satu pemicu seseorang bisa kena stroke. (Foto: Above the Law)

JAKARTA, iNews.id – Stroke adalah penyakit mematikan yang bisa dicegah jika Anda tahu gejalanya sejak dini. Bagaimana cara mengenalinya?

Pepatah mengatakan kesehatan itu mahal, mungkin ada benarnya. Pasalnya, bila tidak dijaga sebaik mungkin, berbagai penyakit akan segera menggerogoti tubuh.

Apalagi jika tidak menjalani pola hidup yang sehat. Risiko kesehatan mulai dari yang ringan hingga berat akan mengintai Anda. Salah satunya, penyakit jantung dan stroke yang dianggap menyerang tubuh, serta otak secara tiba-tiba.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2012, mencatat sekira 17,7 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sebesar 7,4 juta di antaranya disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Sementara 6,7 juta lainnya disebabkan oleh stroke.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr. Lily S. Sulistyowati, MM menganjurkan untuk mencegah penyakit stroke sebelum terlambat. Salah satu caranya, yakni sadar akan gejala dan faktor-faktor penyebab stroke. Sebab, kata dia, mengetahui gejala awal stroke dan mendapatkan penanganan yang cepat bisa menyelamatkan nyawa Anda dari penyakit mematikan tersebut.

"Gangguan saraf ini menimbulkan gejala kelumpuhan wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas atau pelo, perubahan kesadaran, gangguan pengelihatan dan lain-lain," jelas dr. Lily ditemui iNews.id dalam Peringatan Hari Stroke Sedunia 2017 di Gedung Ditjen P2P, Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.

Agar lebih mudah mengetahui gejala stroke tersebut, pihaknya mengenalkan penilaian sederhana, yakni "Segera ke RS". Ini memiliki arti, antara lain senyum tidak simetris, gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, bicara pelo atau tidak dapat bicara dan mengerti kata-kata, kebas atau baal, rabun, dan sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. "Dan gangguan fungsi keseimbangan," imbuhnya.

Untuk penyebab atau faktornya sendiri, dijelaskan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Prof. Dr. dr. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S. Ia mengatakan, banyak faktor yang melatari seseorang terkena penyakit mematikan kedua di dunia setelah jantung iskemik tersebut.

"Faktornya itu banyak. Pola hidup tidak sehat, stres, gangguan keseimbangan hidup, dan pola makan. Obesitas, diabetes, hipertensi, itu faktornya," terang dr.  Moh Hasan. Oleh sebab itu, ia menyarankan masyarakat agar mulai menjalani pola hidup sehat dan cek kesehatan secara berkala.

Editor : Tuty Ocktaviany