Kenapa Makan Kol Goreng Tidak Baik bagi Kesehatan? Ini Kandungan di Dalamnya
Lantas, mengapa kol goreng perlu dibatasi? Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai kandungan dan risiko kesehatannya.
1. Minyak Goreng Berulang Kali
Menghasilkan Senyawa Hasil Oksidasi
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi kol goreng adalah kondisi minyak yang digunakan untuk memasak.
Minyak yang dipanaskan berulang kali, terlebih pada suhu tinggi, dapat mengalami oksidasi dan menghasilkan berbagai senyawa hasil degradasi. Proses tersebut dapat mengubah kualitas minyak dan meningkatkan terbentuknya senyawa yang berpotensi merugikan kesehatan.
Risikonya bergantung pada jenis minyak, suhu pemanasan, lama penggunaan, dan kondisi minyak. Karena itu, minyak yang telah berubah warna menjadi gelap, berbau tidak sedap, atau tampak keruh sebaiknya tidak digunakan kembali.
2. Kandungan Kalori Bisa Meningkat
Kol segar dikenal sebagai sayuran rendah kalori. Dalam 100 gram kol segar, kandungan energinya sekitar 24 kalori.