Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Makan Kol Goreng Bisa Picu Kanker? Begini Kata Menkes
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Makan Kol Goreng Tidak Baik bagi Kesehatan? Ini Kandungan di Dalamnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:10:00 WIB
Kenapa Makan Kol Goreng Tidak Baik bagi Kesehatan? Ini Kandungan di Dalamnya
Minyak yang dipanaskan berulang kali, terlebih pada suhu tinggi, dapat mengalami oksidasi dan menghasilkan berbagai senyawa hasil degradasi. (Foto: Instagram Menkes)
Advertisement . Scroll to see content

Lantas, mengapa kol goreng perlu dibatasi? Berikut sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai kandungan dan risiko kesehatannya.

1. Minyak Goreng Berulang Kali

Menghasilkan Senyawa Hasil Oksidasi
Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi kol goreng adalah kondisi minyak yang digunakan untuk memasak.

Minyak yang dipanaskan berulang kali, terlebih pada suhu tinggi, dapat mengalami oksidasi dan menghasilkan berbagai senyawa hasil degradasi. Proses tersebut dapat mengubah kualitas minyak dan meningkatkan terbentuknya senyawa yang berpotensi merugikan kesehatan.

Risikonya bergantung pada jenis minyak, suhu pemanasan, lama penggunaan, dan kondisi minyak. Karena itu, minyak yang telah berubah warna menjadi gelap, berbau tidak sedap, atau tampak keruh sebaiknya tidak digunakan kembali.

2. Kandungan Kalori Bisa Meningkat

Kol segar dikenal sebagai sayuran rendah kalori. Dalam 100 gram kol segar, kandungan energinya sekitar 24 kalori.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut