Kenapa Makan Kol Goreng Tidak Baik bagi Kesehatan? Ini Kandungan di Dalamnya
Namun, proses penggorengan dapat meningkatkan jumlah kalori karena sebagian minyak terserap ke dalam makanan. Besarnya penambahan kalori bergantung pada jumlah minyak yang terserap dan metode penggorengan.
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terlalu sering, tambahan kalori tersebut dapat berkontribusi terhadap kelebihan asupan energi harian.
3. Berpotensi Menambah Asupan Lemak
Kol secara alami mengandung sedikit lemak. Namun, ketika digoreng, kandungan lemaknya meningkat akibat penyerapan minyak.
Konsumsi makanan yang tinggi lemak secara berlebihan dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang. Dampaknya terhadap kadar kolesterol juga bergantung pada jenis lemak yang dikonsumsi, jumlahnya, serta pola makan dan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan.
Perlu diketahui, kol goreng tidak otomatis menyebabkan kolesterol tinggi. Faktor lain, seperti konsumsi lemak jenuh, riwayat keluarga, aktivitas fisik, dan kondisi metabolisme, turut memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.