Kerja dari Pagi hingga Malam? Waspada Risiko Penyakit Ini di Usia Muda
Sementara itu, pedoman American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology (ACC) 2025 menggunakan kategori yang lebih ketat. Tekanan darah sistolik 130-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg sudah termasuk hipertensi tahap 1.
Karena itu, anak muda yang memiliki rutinitas kerja panjang sebaiknya tidak mengabaikan pemeriksaan tekanan darah. Terlebih jika terdapat riwayat hipertensi, penyakit jantung, atau stroke dalam keluarga.
"Jadi dilihat, kalau kamu lihat bapak, ibumu, atau saudaramu, kakek-nenekmu ada riwayat meninggal dadakan karena penyakit jantung dan stroke, bisa jadi kamu juga harus check-up. Jadi yang pertama genetik," tambah dia.
Pencegahan dapat dimulai dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari. Anak muda perlu memberikan waktu yang cukup untuk tidur, rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga pola makan, menghindari rokok, dan mencari cara yang sehat untuk mengelola stres.
dr Tirta menekankan pentingnya perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko hipertensi pada usia muda. "Jadi ubah gaya hidup, rajin olahraga, tidur teratur, dan kurangi stres kerja," katanya.
Bekerja keras tidak seharusnya membuat kesehatan menjadi korban. Menjaga pola tidur, mengatur beban kerja, rutin bergerak dan memantau tekanan darah dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan di usia produktif.
Editor: Dani M Dahwilani