Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tewaskan Satu Orang, Pengemudi Cantik Outlander Maut di Surabaya Akui Mengemudi saat Mabuk Berat
Advertisement . Scroll to see content

Mabuk Perjalanan Bikin Mual? Coba Pijat 2 Titik Tubuh Ini

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:34:00 WIB
Mabuk Perjalanan Bikin Mual? Coba Pijat 2 Titik Tubuh Ini
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, membagikan teknik pijatan pada titik SJ17 di belakang telinga dan P6 di pergelangan tangan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Teknik akupresur pada titik P6 telah diteliti untuk membantu mengurangi mual dalam sejumlah kondisi. Namun, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang. Adapun pijatan pada titik SJ17 yang disebutkan dr. Cecep tidak dapat dianggap sebagai metode yang terbukti pasti meredakan mabuk perjalanan.

Dalam keterangannya, dr Cecep menjelaskan mabuk perjalanan atau kinetosis terjadi ketika otak menerima sinyal yang tidak selaras dari berbagai sistem tubuh. Telinga bagian dalam mendeteksi gerakan kendaraan, sedangkan mata bisa melihat objek yang relatif diam, seperti layar ponsel atau jok kendaraan.

“Mabuk perjalanan (kinetosis) muncul pas otak bingung nerima sinyal beda. Telinga ngerasain guncangan (sistem vestibular/keseimbangan), tapi mata ngeliat benda diam kayak HP atau jok. Titik belakang telinga (SJ17) dipijat buat bantu tenangin saraf keseimbangan, yaitu saraf yang ngirim info posisi dan gerak badan ke otak. Sementara titik pergelangan tangan (P6) dipakai buat bantu ngurangin mual, dan udah diteliti di beberapa uji coba,” tulis dr Cecep, dikutip Jumat (16/10/2026).

Selain mencoba teknik pijatan, ada beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko mabuk perjalanan. Salah satunya menghindari penggunaan ponsel selama kendaraan bergerak.

“Layar HP pas badan goyang bikin otak makin bingung. Mending simpen HP dan liat lurus ke jalanan jauh di luar kaca,” ucapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut