Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Maia Estianty Mulai Menopause, Ini 10 Tanda yang Perlu Wanita Tahu!
Advertisement . Scroll to see content

Mudah Marah, Sulit Tidur hingga Berat Badan Naik? Waspada Tanda Perimenopause!

Senin, 20 Juli 2026 - 16:38:00 WIB
Mudah Marah, Sulit Tidur hingga Berat Badan Naik? Waspada Tanda Perimenopause!
Ilustrasi wanita menopause. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Banyak perempuan menganggap perubahan suasana hati, sulit tidur, hingga kenaikan berat badan setelah memasuki usia 40 tahun sebagai dampak stres atau kelelahan akibat padatnya aktivitas. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda perimenopause.

Sayangnya, masih banyak perempuan yang belum memahami perubahan ini. Akibatnya, tidak sedikit yang terlambat berkonsultasi ke dokter atau justru khawatir berlebihan hingga melakukan pengobatan yang tidak diperlukan.

CEO Primaya Hospital Group Leona A Karnali mengatakan perimenopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan. Namun, kondisi tersebut tetap perlu dipahami agar perempuan mengetahui kapan harus mendapatkan pertolongan medis.

"Perimenopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan, namun bukan berarti harus dijalani dengan rasa tidak nyaman. Banyak perempuan belum menyadari bahwa perubahan yang mereka rasakan merupakan bagian dari proses biologis yang dapat dikelola melalui edukasi dan pendampingan medis yang tepat," ujar Leona dalam seminar 'Jangan Malu, Saatnya Bicara Perimenopause' di Jakarta, belum lama ini.

Dia mengingatkan perempuan tidak perlu panik ketika mulai mengalami gejala perimenopause. Menurutnya, yang terpenting adalah memahami kapan keluhan tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Perempuan tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan hingga melakukan over treatment, tetapi memahami kapan harus berobat dan mendapatkan pertolongan agar tidak terlambat," katanya.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Martina Hutabarat, Sp.OG, menjelaskan perimenopause merupakan fase transisi menuju menopause yang ditandai fluktuasi hormon estrogen dan progesteron.

Menurutnya, rata-rata perempuan mulai memasuki perimenopause pada usia sekitar 47,5 tahun, sedangkan menopause umumnya terjadi pada usia 51,3 tahun.

Dengan angka harapan hidup perempuan yang mencapai sekitar 85 tahun, hampir sepertiga kehidupannya akan dijalani pada fase klimakterik. Karena itu, memahami perubahan tubuh sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup.

Selama masa tersebut, perempuan dapat mengalami berbagai perubahan, mulai dari siklus menstruasi yang tidak teratur, sulit tidur, tubuh mudah lelah, perubahan suasana hati, hingga kenaikan berat badan. Selain itu, perubahan hormon juga dapat memengaruhi kesehatan tulang, metabolisme, kandung kemih, kulit, rambut, dan kesehatan mental.

Tak hanya perubahan fisik, gejala psikologis juga kerap muncul. Dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Leonita Ariesti Putri, Sp.KJ., MSc mengatakan perubahan emosi saat perimenopause merupakan respons biologis yang normal.

"Perimenopause bukan membuat perempuan menjadi lebih sensitif tanpa sebab. Perubahan suasana hati yang dialami merupakan respons alami akibat perubahan hormon yang sering kali terjadi bersamaan dengan berbagai tekanan hidup," ujarnya.

Tekanan tersebut bisa berasal dari berbagai kondisi, seperti tuntutan pekerjaan, anak yang mulai mandiri, orang tua yang menua, hingga perubahan hubungan sosial.

Untuk membantu mengelola stres, Leonita menyarankan perempuan menerapkan metode 'STOP', yakni berhenti sejenak (Stop), menarik napas perlahan (Take a breath), mengamati kondisi diri (Observe), lalu memilih respons yang paling membantu (Proceed).

"Jika gejala mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau kualitas hidup, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga profesional. Perimenopause adalah fase kehidupan yang normal, bukan penyakit," katanya.

Selain mendapatkan pendampingan medis, perempuan juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga kualitas tidur, serta mengelola stres agar gejala perimenopause dapat dikendalikan dengan lebih baik.

Dengan meningkatnya pemahaman mengenai perimenopause, diharapkan perempuan tidak lagi menganggap berbagai perubahan pada tubuh sebagai hal yang harus ditanggung sendirian, melainkan sebagai fase alami yang dapat dijalani dengan sehat, nyaman, dan tetap produktif.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut