Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa
JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong agar pengembangan layanan untuk pasien gagal jantung berat di Indonesia tidak berhenti pada kemampuan satu rumah sakit. Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang sudah dibangun di pusat rujukan perlu diperluas agar semakin banyak pasien mendapat akses terhadap terapi lanjutan.
Hal tersebut disampaikan Budi saat berbicara dalam Global Heart Longevity 5.0 Summit, Sabtu (5/9/2026). Dia menilai perkembangan teknologi medis seperti left ventricular assist device (LVAD) membuka peluang baru bagi pasien dengan gagal jantung berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
"Perkembangan teknologi dan inovasi membuka peluang baru untuk membantu pasien dengan gagal jantung berat, termasuk melalui penggunaan left ventricular assist device (LVAD)," ujar Menkes Budi.

Namun, bagi Menkes, tantangan berikutnya bukan hanya menghadirkan teknologi tersebut. Yang tidak kalah penting adalah membangun sistem yang memungkinkan kemampuan tersebut ditularkan ke fasilitas kesehatan lain.
Indonesia mulai membangun kemampuan melakukan prosedur LVAD melalui pusat rujukan nasional, termasuk RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Di rumah sakit tersebut, tim multidisiplin juga tengah mengembangkan layanan Advanced Heart Failure Program untuk menangani pasien dengan gagal jantung lanjut.