Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Remeh Olahraga, Ini 5 Dampak Buruk Jika Tubuh Jarang Bergerak
Advertisement . Scroll to see content

Olahraga Malam Tidak Baik untuk Otak? Ini Kata Dokter

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00:00 WIB
Olahraga Malam Tidak Baik untuk Otak? Ini Kata Dokter
Kontroversi olahraga malam. (Foto: Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

Artinya, kenaikan kortisol setelah olahraga malam merupakan respons sementara dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Tubuh tetap memperoleh manfaat kesehatan dari aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.

Dalam penjelasannya, dr Adam juga menanggapi kekhawatiran soal dampak kortisol terhadap otak. Dia mengatakan penyusutan area otak akibat kortisol biasanya terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit tertentu, bukan karena olahraga malam.

"Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam," tulisnya lagi.

Sebaliknya, olahraga justru disebut memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan otak. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kemampuan otak untuk berkembang sekaligus menurunkan peradangan pada area otak.

"Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak," katanya.

Saat ini banyak orang memilih berolahraga pada malam hari karena baru memiliki waktu luang setelah bekerja atau beraktivitas seharian. Menurut dr Adam, hal terpenting bukan soal kapan waktu olahraga dilakukan, melainkan konsistensi dalam menjalankannya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut