Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kondisi Terkini Is Pusakata usai Operasi akibat Usus Buntu Pecah, Perlahan Pulih
Advertisement . Scroll to see content

Pernah Operasi Usus Buntu atau Caesar? Waspadai Risiko Perlengketan Usus

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:16:00 WIB
Pernah Operasi Usus Buntu atau Caesar? Waspadai Risiko Perlengketan Usus
Pasien usus buntu. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam penanganan tersebut, dokter bedah digestif bertugas menangani gangguan pada usus, termasuk melepaskan jaringan yang melekat apabila diperlukan. Sementara itu, dokter urologi rekonstruksi mengevaluasi keterlibatan saluran kemih dan melakukan perbaikan atau rekonstruksi sesuai indikasi medis.

Kolaborasi antardokter spesialis menjadi penting terutama ketika perlengketan tidak hanya memengaruhi satu organ. Dengan evaluasi menyeluruh, rencana penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien dan risiko yang mungkin terjadi.

Bagaimana Perlengketan Usus Didiagnosis?

Untuk menentukan penanganan yang tepat, dokter akan mengevaluasi riwayat operasi, menanyakan gejala yang dialami pasien, serta melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang, seperti CT scan, dapat dilakukan sesuai kebutuhan untuk menilai kondisi organ dan mencari kemungkinan komplikasi.

Namun, perlengketan tidak selalu terlihat secara langsung melalui pemeriksaan pencitraan. Oleh karena itu, dokter perlu menggabungkan hasil pemeriksaan dengan riwayat kesehatan dan keluhan pasien sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Tidak semua pasien dengan perlengketan usus harus menjalani operasi. Apabila tidak ditemukan gangguan yang memerlukan tindakan, dokter dapat mempertimbangkan pendekatan nonoperatif sesuai kondisi pasien.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut