Pernah Operasi Usus Buntu atau Caesar? Waspadai Risiko Perlengketan Usus
Sebaliknya, jika perlengketan menimbulkan komplikasi atau gangguan yang membutuhkan intervensi, tindakan operasi dapat dipertimbangkan setelah dokter menilai manfaat dan risikonya.
Keputusan tersebut penting karena operasi untuk melepaskan perlengketan juga memiliki risiko, termasuk terbentuknya perlengketan baru. Dengan demikian, tindakan perlu dilakukan berdasarkan indikasi medis, bukan semata-mata karena perlengketan ditemukan.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, menekankan pentingnya pendekatan yang mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh, terutama pada kasus yang membutuhkan keterlibatan beberapa spesialisasi.
“Bagi kami, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menangani suatu penyakit, tetapi juga memahami kondisi pasien secara menyeluruh. Melalui kolaborasi dokter dari berbagai spesialisasi dan dukungan fasilitas medis yang terintegrasi, kami ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat, sekaligus memberikan rasa aman dan ketenangan bagi keluarga dalam setiap proses perawatan,” ujar dr. Margareth.
Pada akhirnya, riwayat operasi usus buntu, caesar, atau operasi perut lainnya tidak berarti seseorang pasti akan mengalami perlengketan yang menimbulkan masalah. Namun, nyeri perut berulang dan gangguan pencernaan setelah operasi sebaiknya tidak diabaikan, terlebih jika disertai muntah atau kesulitan buang angin dan buang air besar.
Pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi penyebab keluhan sekaligus menentukan apakah pasien membutuhkan pemantauan, penanganan nonoperatif, atau tindakan lebih lanjut.
Editor: Muhammad Sukardi