Perut Buncit di Usia 30-an Bisa Turunkan Testosteron, Ini 4 Cara Mengatasinya
“Kardio doang enggak cukup. Kardio berlebihan malah bisa nurunin testosteron kita. Yang naikin justru angkat beban di gym. Gerakan-gerakan besar, compound, seperti squat, deadlift, dan lain-lain,” katanya.
3. Prioritaskan Tidur Berkualitas
Kualitas dan durasi tidur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan hormonal. dr. Andika mengingatkan bahwa kurang tidur dapat berdampak terhadap kadar testosteron.
“Ini yang aku bilang, aku pun sering ngremehin ini. Kualitas dan durasi tidur, testosteron itu diproduksi paling banyak jam dua sampai jam empat pagi pas tidur masuk ke dalam fase deep. Begadang semalaman aja udah bisa nurunin kadarnya lumayan banyak,” kata dr Andika.
4. Kelola Stres
Langkah terakhir adalah mengelola stres. Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol dan berkaitan dengan berbagai perubahan metabolisme tubuh.
“Kamu enggak sadar lingkar perut itu bisa naik gara-gara stres. Pas stres, badan ngeluarin hormon kortisol yang ngelawan khasiat testosteron. Jadi, kelola stres, selalu berpikir positif, dan selalu tersenyum setiap hari,” ujarnya.
dr Andika menegaskan, upaya mengecilkan lingkar perut sebaiknya tidak hanya dilakukan demi penampilan. Menurut dia, perubahan ukuran perut dapat menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan kesehatan dan gaya hidup.
“Perut buncit itu bukan soal penampilan doang. Itu tanda badan kamu masih perlu diservis, dimodifikasi, jangan sampai turun mesin,” kata dr Andika.
Editor: Dani M Dahwilani