Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nestapa Erika Carlina, Hamil 9 Bulan hingga Gagal Nikah
Advertisement . Scroll to see content

Posisi Berhubungan yang Bagus Saat Hamil 9 Bulan, Pasutri Wajib Simak!

Kamis, 20 Juli 2023 - 22:16:00 WIB
Posisi Berhubungan yang Bagus Saat Hamil 9 Bulan, Pasutri Wajib Simak!
Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan

Pasangan suami istri sebaiknya memilih posisi yang tidak menekan perut ibu hamil, seperti posisi misionaris saat ingin melakukan hubungan intim di usia 9 bulan kehamilan. Jika seorang wanita berbaring telentang, janin di dalam perut akan memberi tekanan ekstra pada organ dalam atau arteri utamanya.

Oleh sebab itu, ibu hamil mungkin akan merasa lebih nyaman dalam posisi di mana ia dapat mengontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi. Posisi ternyaman yang dimaksud adalah saat sang perempuan berada di atas pasangannya, tidur miring di depan pasangan, atau duduk di tepi tempat tidur.

Sebaliknya, posisi atau misionaris perempuan di bawah pasangannya tidak diperbolehkan untuk dilakukan saat hamil 9 bulan. Hal itu lantaran dapat menekan aliran darah ke ibu dan bayi, terutama setelah minggu ke-20 masa kehamilan.

Lantas, bagaimana dengan seks oral?

Seks oral sangat aman untuk dilanjutkan selama kehamilan, termasuk di usia 9 bulan. Namun, meniupkan udara ke dalam vagina wanita hamil tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan emboli udara atau kondisi di mana gelembung udara menyumbat pembuluh darah. 

Meski kasus tersebut jarang terjadi emboli udara bisa mengancam nyawa ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Oleh sebab itu, tetap perhatikan keamanan dan kenyamanan wanita hamil selama berhubungan intim.

Manfaat berhubungan intim saat hamil

Seks saat hamil dapat memiliki beberapa manfaat bagi para wanita dan pasangannya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut.

-Mengalami orgasme yang lebih baik karena adanya peningkatan aliran darah ke alat kelamin ibu hamil.
-Menjaga kebugaran karena aktivitas seksual dapat membakar kalori.
-Mempererat ikatan cinta dengan pasangan. 
-Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal itu sesuai dengan sebuah studi tahun 2004 yang menemukan bahwa seks meningkatkan IgA atau antibodi yang membantu mencegah masuk angin dan infeksi lainnya.
-Meningkatkan kebahagiaan karena orgasme melepaskan endorfin yang dapat membantu ibu dan bayi merasa bahagia dan rileks.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut