Posisi Berhubungan yang Bagus Saat Hamil 9 Bulan, Pasutri Wajib Simak!
Pasangan suami istri sebaiknya memilih posisi yang tidak menekan perut ibu hamil, seperti posisi misionaris saat ingin melakukan hubungan intim di usia 9 bulan kehamilan. Jika seorang wanita berbaring telentang, janin di dalam perut akan memberi tekanan ekstra pada organ dalam atau arteri utamanya.
Oleh sebab itu, ibu hamil mungkin akan merasa lebih nyaman dalam posisi di mana ia dapat mengontrol kedalaman dan kecepatan penetrasi. Posisi ternyaman yang dimaksud adalah saat sang perempuan berada di atas pasangannya, tidur miring di depan pasangan, atau duduk di tepi tempat tidur.
Sebaliknya, posisi atau misionaris perempuan di bawah pasangannya tidak diperbolehkan untuk dilakukan saat hamil 9 bulan. Hal itu lantaran dapat menekan aliran darah ke ibu dan bayi, terutama setelah minggu ke-20 masa kehamilan.
Seks oral sangat aman untuk dilanjutkan selama kehamilan, termasuk di usia 9 bulan. Namun, meniupkan udara ke dalam vagina wanita hamil tidak diperbolehkan karena dapat menyebabkan emboli udara atau kondisi di mana gelembung udara menyumbat pembuluh darah.
Meski kasus tersebut jarang terjadi emboli udara bisa mengancam nyawa ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Oleh sebab itu, tetap perhatikan keamanan dan kenyamanan wanita hamil selama berhubungan intim.
Seks saat hamil dapat memiliki beberapa manfaat bagi para wanita dan pasangannya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut.
-Mengalami orgasme yang lebih baik karena adanya peningkatan aliran darah ke alat kelamin ibu hamil.
-Menjaga kebugaran karena aktivitas seksual dapat membakar kalori.
-Mempererat ikatan cinta dengan pasangan.
-Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal itu sesuai dengan sebuah studi tahun 2004 yang menemukan bahwa seks meningkatkan IgA atau antibodi yang membantu mencegah masuk angin dan infeksi lainnya.
-Meningkatkan kebahagiaan karena orgasme melepaskan endorfin yang dapat membantu ibu dan bayi merasa bahagia dan rileks.
Editor: Komaruddin Bagja