Sepekan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Dokter Imbau Tetap Pakai Masker
Dokter Shinta menjelaskan, partikel abu vulkanik berukuran lebih besar masih dapat dikeluarkan melalui mekanisme pembersihan saluran pernapasan. Namun, partikel yang berukuran sangat kecil dapat lolos lebih jauh hingga mencapai alveolus atau kantong udara di paru-paru.
Dalam jangka panjang, paparan abu vulkanik yang mengandung silika perlu diwaspadai. Dokter Shinta menjelaskan, silika memiliki karakter partikel yang tajam dan dapat menyebabkan kerusakan pada dinding alveolus. Paparan dalam waktu sangat lama dapat berkaitan dengan terbentuknya jaringan parut atau fibrosis paru.
Sementara pada paparan akut, iritasi saluran pernapasan dapat membuat pertahanan alami saluran napas terganggu sehingga seseorang lebih mudah mengalami infeksi.
Nah, untuk perlindungan maksimal, dr Shinta menyarankan penggunaan masker N95 atau KF94. Kedua jenis masker tersebut dinilai lebih mampu memberikan perlindungan terhadap partikel yang sangat kecil.
Namun, masyarakat yang tidak memiliki masker respirator tersebut tidak perlu panik. Masker medis masih dapat digunakan selama dipakai dengan benar.