Sering Kram Betis saat Tidur? Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Kram pada kaki atau betis saat tidur kerap membuat seseorang terbangun di tengah malam karena rasa nyeri yang muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini mengganggu kualitas tidur, tetapi ternyata tidak selalu disebabkan oleh kekurangan mineral seperti yang selama ini banyak dipercaya.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, membagikan dua gerakan peregangan sederhana yang dapat dilakukan sebelum tidur untuk membantu mengurangi risiko kram betis pada malam hari.
"Banyak yang belum tahu dua gerakan sebelum tidur ini bantu stop kram betis malam yang bikin melek meringis," tulis dr Cecep dalam unggahan Instagramnya, dikutip Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, penyebab utama kram malam lebih berkaitan dengan aktivitas saraf motorik yang mengirim sinyal berlebihan ke otot, terutama ketika otot berada dalam posisi memendek saat tidur.
"Kram malam itu biasanya bukan soal kurang mineral kayak yang sering kita dengar. Penyebabnya lebih ke saraf motorik yang ngirim sinyal ke otot secara berlebihan, apalagi pas otot lagi dalam posisi memendek, kayak posisi kaki nunjuk ke bawah semalaman waktu tidur," katanya.
Dia menjelaskan, peregangan sebelum tidur membantu menjaga otot betis dan otot belakang paha tetap dalam posisi lebih rileks. Dengan begitu, otot tidak mudah mengalami kejang saat tidur.
Gerakan pertama yang disarankan adalah standing stretch. Caranya, berdiri dengan satu kaki lurus dan tumit diletakkan di atas kursi. Setelah itu, regangkan telapak kaki ke arah bawah hingga terasa tarikan pada otot betis. Tahan selama 10 detik, istirahat 10 detik, lalu ulangi sebanyak tiga kali.
Gerakan kedua adalah sitting stretch. Duduk dengan kedua tungkai lurus ke depan, kemudian tarik ujung telapak kaki ke arah tubuh hingga otot betis terasa meregang. Tahan selama 10 detik, beri jeda 10 detik, kemudian ulangi tiga kali.
Meski demikian, dr Cecep mengingatkan gerakan tersebut hanya bersifat sebagai upaya pendukung dan bukan pengganti pemeriksaan maupun pengobatan dari dokter.
"Efek bisa beda tiap orang. Info edukasi, bukan pengganti konsultasi dokter," ujarnya.
Selain melakukan peregangan, dia juga menyarankan untuk tetap aktif bergerak pada siang hari. Orang yang jarang beraktivitas fisik cenderung lebih sering mengalami kram pada malam hari.
"Orang yang kurang gerak di siang hari cenderung lebih sering kena kram malam. Sempetin jalan atau gerak dikit walau sebentar. Kalau kaki ketekuk ke bawah semalaman, misalnya karena tertutup selimut tebal sampai menunjuk, otot betis jadi lebih gampang kejang. Longgarin biar kaki bisa rileks," ucapnya.
Dia juga mengingatkan agar tidak memaksakan otot bekerja terlalu berat tanpa pendinginan yang cukup. Otot yang kelelahan lebih rentan mengalami kejang saat malam hari.
Jika kram terjadi sangat sering atau disertai pembengkakan, kemerahan, maupun nyeri yang berlangsung lama setelah kejang berhenti, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
"Kalau kramnya sering banget, disertai bengkak, kemerahan yang enggak hilang, atau nyerinya masih nempel lama meski ototnya sudah enggak kejang, mending diperiksa langsung biar dipastikan bukan karena hal lain," katanya.
Editor: Dani M Dahwilani