Tidur Kurang 6 Jam Ganggu Jaga Berat Badan, Ini Faktanya
Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi seseorang yang sedang berusaha mempertahankan atau menurunkan berat badan. Ketika tubuh terasa lelah, aktivitas fisik cenderung berkurang, sedangkan dorongan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori justru dapat meningkat.
Jika rasa lapar meningkat, sulit kenyang, cravings bertambah, dan aktivitas fisik menurun terjadi secara bersamaan, seseorang berpotensi lebih mudah mengonsumsi makanan melebihi kebutuhan energi tubuh.
"Nah, coba kita gabungkan semuanya: lebih lapar, lebih susah kenyang, cravings meningkat, lebih sedikit bergerak. Kondisi ini membuat kita lebih mudah makan melebihi kebutuhan tubuh dan akhirnya masuk ke dalam kondisi kalori surplus," kata Vishal.
Kalori surplus terjadi ketika energi yang masuk dari makanan dan minuman lebih besar dibandingkan energi yang digunakan tubuh. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membuat upaya menjaga berat badan menjadi lebih sulit.
Meski demikian, Vishal menekankan kurang tidur tidak serta-merta membuat berat badan langsung bertambah. Hubungan antara tidur dan berat badan lebih bersifat tidak langsung karena kualitas tidur yang buruk dapat menciptakan kondisi yang menyulitkan seseorang mengontrol pola makan dan aktivitas fisik.
"Jadi bukan berarti kurang tidur otomatis bikin berat badan naik. Tapi kalau kualitas tidur terus bermasalah, menjaga berat badan memang bisa menjadi lebih sulit," katanya.
Karena itu, menjaga berat badan tidak cukup hanya dengan memperhatikan menu makanan dan olahraga. Kebiasaan tidur yang cukup dan berkualitas juga perlu menjadi bagian dari pola hidup sehat agar tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang optimal.
Editor: Dani M Dahwilani