Tidur Lagi 30 Menit Usai Bangun Bikin Mimpi Terasa Nyata? Ini Penjelasan Dokter
“Ada penjelasan ilmiahnya. Namanya sleep inertia. Bayangin otak kalian itu kantor dengan banyak divisi. Pas alarm bunyi, tit-tit-tit, enggak semua divisi masuk bareng. Divisi gerak badan duluan, makanya bisa jalan ke kamar mandi. Tapi divisi mikir logis, alias cortex prefrontal, itu kayak bosnya yang masih ngopi di kafe. Telat masuk sampai 30 menit,” katanya.
Otak Belum Sepenuhnya Aktif
dr Decsa menjelaskan, berdasarkan riset, aliran darah menuju prefrontal cortex, bagian otak yang berperan dalam logika dan pemikiran rasional, membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 30 menit untuk kembali normal setelah seseorang terbangun.
Kondisi tersebut menjadi menarik ketika seseorang memilih kembali tidur setelah alarm pertama berbunyi. Alih-alih memulai siklus tidur dari awal, otak pada pagi hari dapat lebih cepat memasuki fase Rapid Eye Movement (REM), yakni fase tidur yang berkaitan erat dengan aktivitas bermimpi.
“Menurut riset, aliran darah ke prefrontal butuh 5 sampai 30 menit buat balik normal. Nah, kalau di fase ini kalian tidur lagi, otak itu langsung lompat ke fase rapid eye movement atau REM, fase mimpi. Karena pagi hari, otak udah lapar untuk masuk ke fase mimpi,” papar dr. Decsa.
Menurutnya, kondisi tidur yang terputus juga dapat memicu fenomena REM rebound. Fenomena ini membuat otak memasuki fase REM lebih cepat dan intens.