Tips Tubuh Tetap Fit saat Puasa Ramadan di Cuaca Panas
Habis tarawih, bisa dilanjutkan dengan konsumsi karbohidrat dan sayur serta protein. "Jangan lupa minum setidaknya lima gelas saat malam," kata dr Samuel.
Dokter Ayman al-Hady dilansir Egypt Independent menyarankan agar menghindari makan-makanan yang asin dan bisa meningkatkan asam lambung, sehingga membuat tubuh memproses cairan yang bisa menimbulkan haus. Jika diperlukan, bisa ditambah dengan mengonsumsi suplemen berupa vitamin C dosis 1.000 mg, vitamin E 200 IU atau 400 IU, vitamin D3 dosis 1000-3000 IU, serta vitamin B Complex.
"Tujuannya supaya menambah imunitas tubuh, apalagi saat seperti ini sedang di tengah pandemi virus corona. Tapi yang utama tetap harus dari makan buah dan sayur yang banyak. Suplemen hanyalah sebagai pilihan tambahan saja," kata dr Samuel.
Selain itu, disarankan untuk tetap di dalam rumah dan tidak terlalu banyak terpapar sinar matahari. Terlebih di masa pandemi virus corona baru (Covid-19) masih terus berlangsung di bulan Ramadan tahun ini.
BMKG memprakirakan bahwa selama Maret hingga April suhu cenderung menghangat di sebagian besar wilayah Indonesia. Secara klimatologis, April-Mei-Juni tercatat sebagai bulan-bulan di mana suhu maksimum mencapai puncak di Jakarta, selain pada Oktober sampai November.
Editor: Tuty Ocktaviany