Turunkan Berat Badan Secara Ekstrem Bisa Sebabkan Serangan Jantung, Mitos Atau Fakta?

Muhammad Sukardi · Rabu, 28 September 2022 - 23:44:00 WIB
Turunkan Berat Badan Secara Ekstrem Bisa Sebabkan Serangan Jantung, Mitos Atau Fakta?
Menurunkan berat badan. (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Mempunyai berat badan ideal adalah impian banyak orang. Tidak hanya baik bagi penampilan, tetapi juga dapat memperbaiki kondisi kesehatan tubuh Anda. 

Misalnya, mengurangi risiko tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, bahkan penyakit jantung bisa terkendali bila Anda memiliki berat badan ideal.

Sayangnya, menurunkan berat badan secara ekstrem dalam waktu yang cepat ternyata tidak berdampak baik bagi kesehatan jantung. Sebab, menurunkan berat badan secara cepat dapat memperburuk fungsi jantung.

Para ahli mengungkap bahwa menurunkan berat badan secara instan dapat merugikan kesehatan jantung. Diet rendah kalori misalnya, itu dapat memengaruhi fungsi jantung yang pada akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung.

"Penurunan fungsi jantung secara tiba-tiba dapat menyebabkan masalah detak jantung atau aritmia, kadang-kadang menyebabkan kolaps mendadak dan bahkan serangan jantung," kata dr Sanjeev Gera, direktur & HOD, Cardiology, Fortis Hospital Noida, dikutip dari Hindustan Times, Rabu (28/9/2022).

"Ini juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah karena dehidrasi dan kehilangan elektrolit tubuh, yang selanjutnya mengganggu fungsi organ. Malnutrisi yang tiba-tiba juga dapat memengaruhi kesehatan jantung secara keseluruhan," ujar dia.

Lebih lanjut, olahraga berlebihan untuk menurunkan berat badan juga diketahui dapat merusak kesehatan jantung. Ini terlihat dari banyaknya orang yang menderita serangan jantung di pusat kebugaran.

"Serangan jantung adalah masalah umum yang dialami seseorang saat berolahraga. Saat berolahraga, tubuh di-setting dalam kondisi yang baik. Namun, saat olahraga dilakukan secara berlebihan dan Anda sebelumnya tidak rutin berolahraga, itu malah bisa mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah dan oksigen yang menyebabkan aritmia," kata dr Kiran Rukadikar, Dokter Bariatrik dan Konsultan Obesitas.

Ketika aritmia terjadi, jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif. Inilah yang menyebabkan berkurangnya suplai darah ke organ vital lainnya.

Dia menyarankan, agar rutin periksa kondisi jantung jika ingin disiplin berolahraga. Ini penting untuk melihat fungsi jantung Anda agar meminimalisir serangan jantung saat berolahraga.

Hal yang tak kalah penting, menurunkan berat badan itu tidak bisa dilakukan secara instan dalam waktu cepat. Sebab bila nekat melakukan segala upaya untuk turun berat badan secara cepat, maka itu dapat membuat jantung Anda bermasalah.

"Tidak hanya jantung, tapi Anda juga rentan dehidrasi, mengalami tekanan darah rendah, ketidakseimbangan elektrolit, yang selanjutnya dapat menyebabkan aritmia, meningkatkan gagal jantung, bahkan menyebabkan serangan jantung mendadak pada beberapa orang," ujar dr Aditya Kumar Singh, seorang konsultan senior Bedah Jantung Dewasa di RS QRG Marengo, Faridabad.

Editor : Siska Permata Sari

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda