USG Prediksi Bayi Perempuan, Ternyata Lahir Laki-Laki? Dokter Ungkap Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id - Hasil pemeriksaan Ultrasonografi (USG) terkadang tidak sesuai dengan jenis kelamin bayi saat dilahirkan. Kondisi ini bisa membuat orang tua terkejut, terutama jika sudah menyiapkan perlengkapan bayi berdasarkan prediksi jenis kelamin saat pemeriksaan kehamilan.
Perbedaan prediksi tersebut bukan berarti alat USG rusak atau dokter selalu melakukan kesalahan. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama menjelaskan pemeriksaan USG pada dasarnya menilai bentuk organ kelamin janin melalui gambaran visual, bukan pemeriksaan DNA atau kromosom.
Dalam unggahan video di akun Instagramnya, dr Aditya menjelaskan organ kelamin janin laki-laki dan perempuan memiliki kemiripan bentuk pada usia kehamilan awal.
"Jadi dalam dunia medis, yang namanya penentuan jenis kelamin lewat USG 2 dimensi atau 4 dimensi itu hanya menilai morfologi luar, bukan tes DNA kromosom. Jadi di usia kehamilan sebelum 18 minggu, organ vital janin laki-laki dan perempuan itu bentuknya kadang-kadang awalnya mirip banget," kata dr Aditya, dikutip Jumat (6/11/2026).
Mengapa Hasil USG Bisa Berbeda dengan Jenis Kelamin Bayi?
Menurut dr Aditya, kemiripan tersebut terjadi karena perkembangan embrio yang belum sempurna pada trimester awal kehamilan. Organ kelamin luar janin laki-laki dan perempuan berasal dari struktur embrio yang sama sehingga masih sulit dibedakan pada fase tertentu.
"Penis dan klitoris itu berasal dari struktur embrio yang sama. Jadi apa yang di layar terlihat seperti misalnya bibir vagina atau labia, itu bisa aja sebenarnya adalah skrotum yang belum turun atau ukurannya ini masih sangat kecil," ujarnya.
Selain usia kehamilan, posisi janin juga menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil pemeriksaan. Janin yang menutup area selangkangan dengan paha atau tali pusat dapat menyulitkan dokter melihat organ kelamin secara jelas.
dr Aditya menegaskan, tingkat akurasi pemeriksaan USG sebenarnya sangat tinggi apabila dilakukan pada usia kehamilan yang tepat dan kondisi visual janin mendukung.
"Tapi tunggu, ada yang nanya lagi, 'Berarti hasil USG itu nggak akurat, Dok, dan cuma tebak-tebakan aja?' Ya enggak juga, dan ini hati-hati kalian nggak boleh nyimpulin sendiri. Jadi akurasi USG organ kelamin itu sebenarnya mencapai 95 sampai 99 persen kalau dilakukan di waktu yang tepat," katanya.
Dia menjelaskan, posisi janin yang kurang mendukung bisa menyebabkan pantulan gelombang suara menghasilkan bayangan atau *shadowing*. Kondisi tersebut membuat organ kelamin tidak terlihat secara optimal sehingga berpotensi memengaruhi interpretasi hasil pemeriksaan.
Kapan Waktu Terbaik Memastikan Jenis Kelamin Bayi?
dr Aditya menyarankan orang tua melakukan konfirmasi ulang ketika usia kehamilan sudah lebih matang. Pemeriksaan pada rentang 22 hingga 28 minggu dapat membantu memastikan gambaran organ kelamin janin lebih jelas.
"Tapi kabar baiknya, konfirmasi ulang di usia kehamilan 22 sampai 28 minggu, USG fetomaternal itu bisa menekan angka kekeliruan ini hingga mendekati 100 persen. Bahkan ada riset yang menunjukkan pemeriksaan pada trimester ketiga itu dia memiliki tingkat presisi visual organ luar paling optimal," ujarnya.
Sebab itu, orang tua yang ingin membeli perlengkapan bayi sebelum trimester ketiga disarankan memilih warna netral terlebih dahulu. Langkah ini bisa menjadi pilihan praktis untuk mengantisipasi perubahan prediksi jenis kelamin berdasarkan pemeriksaan selanjutnya.
dr Aditya juga mengingatkan agar orang tua tidak langsung menyalahkan dokter ketika hasil pemeriksaan berbeda dengan kondisi saat bayi lahir. Sebab, ada sejumlah faktor teknis yang dapat memengaruhi visualisasi organ kelamin janin selama pemeriksaan USG.
"Jadi sebenarnya kalau kamu mau belanja perlengkapan bayi sebelum trimester ketiga, itu coba pilih warna yang netral dulu. Pesan aku, kalau misalnya ternyata dokter yang memeriksa kamu salah dalam mendiagnosis antara perempuan atau laki-laki, itu jangan dimarahin dulu. Siapa tahu memang ada faktor-faktor yang tadi menjadi penyulit ketika proses pemeriksaan USG. Tapi ingat yang paling penting, bayi lahir selamat dan sehat, ibunya pun selamat," ujar dr Aditya.
Editor: Dani M Dahwilani