Vape Bakal Dilarang di Indonesia, Ini 3 Faktanya

Siska Permata Sari ยท Selasa, 12 November 2019 - 12:03 WIB
Vape Bakal Dilarang di Indonesia, Ini 3 Faktanya

BPOM mengusulkan pelarangan penggunaan vape. (Foto: Freepik).

JAKARTA, iNews.id - Rokok elektrik atau Vape memang telah dikenal sebagai pengganti rokok konvensional atau tembakau. Banyak orang beranggapan, vape memiliki dampak buruk yang lebih rendah daripada rokok biasa. Bahkan, sebagian orang meyakini jika vape dapat menjadi terapi untuk berhenti kebiasaan merokok. Benarkah demikian?

Belum lama ini vape menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Hal tersebut karena adanya pernyataan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengusulkan pelarangan penggunaan vape. Berikut deretan faktanya seperti dirangkum iNews.id, Selasa (12/11/2019).

BPOM klaim vape berbahaya

Kepala BPOM Penny Lukito menegaskan bahwa kandungan-kandungan yang ada pada rokok elektrik atau vape memiliki senyawa berbahaya bagi manusia.

"Pelarangan tersebut karena bahan baku rokok elektrik dan vape mengandung senyawa kimia yang berbahaya bagi tubuh," kata Penny Lukito seperti dilansir dari Koran Sindo, Selasa.

Kandungan berbahaya yang ada di vape

Berdasarkan penelitian BPOM, senyawa kimia berbahaya dimaksud antara lain nikotin, tobacco specific nitrosamines (TSNAs), diethylene glycol (DEG), propilenglikol, perisa (flavoring), dan logam, karbonil.

Selain karena potensi bahaya yang ditimbulkan oleh rokok elektrik tersebut, rekomendasi ini juga disampaikan lantaran vape sudah banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Didukung oleh Kemenkes

Kementerian Kesehatan RI turut buka suara terkait polemik pelarangan Vape di Indonesia. Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantoni menegaskan bahwa pihaknya melarang penggunaan vape di Indonesia.

"Dari awal statement kita melarang. Pelarangan bukan pembatasan. Kita tuh ngomong pelarangan konsumsi vape rokok elektrik di Indonesia," tutur Anung Sugihantono kepada wartawan, Senin (11/11).

Terkait Vape tersebut, ia juga telah mendiskusikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko).

"Kalau bicara rokok elektrik secara keseluruhan hasil beberapa diskusi dengan Pak Menko, kita sudah sampai ke sana, memang posisi kita melarang. Kalau kemudian nanti Badan POM selaku yang punya otoritas pelarangan sebuah produk di sana ya, adalah hal yang baik," tuntas Anung.

Editor : Adhityo Fajar