Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak
Advertisement . Scroll to see content

Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun

Minggu, 02 Agustus 2026 - 09:25:00 WIB
Warning! Kematian akibat DBD Paling Banyak pada Anak Usia 5-14 Tahun
Ilustrasi anak sakit influenza A atau H1N1pdm09 alias flu babi. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idDemam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama bagi anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap fakta memprihatinkan.

Ya, menurut Kemenkes, kelompok usia 5-14 tahun menjadi kelompok dengan angka kematian akibat dengue tertinggi, meski kasus terbanyak justru terjadi pada usia produktif.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak lengah memberikan perlindungan kepada anak dari gigitan nyamuk penyebab DBD. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika anak sudah terinfeksi.

Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI yang diwakili Agus Handito mengungkapkan, pada 2025, Indonesia mencatat sekitar 161 ribu kasus dengue dengan lebih dari 600 kematian. Sementara hingga pertengahan 2026, telah tercatat sekitar 50 ribu kasus dengan lebih dari 100 kematian.

Diskusi DBD di acara ASEAN Dengue Day 2026 di Jakarta, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
Diskusi DBD di acara ASEAN Dengue Day 2026 di Jakarta, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Menurut Agus, hingga 2025 kelompok usia 15-44 tahun masih menjadi penyumbang kasus dengue terbanyak. Namun, angka kematian paling banyak justru terjadi pada anak usia 5-14 tahun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut