Waspada! Anak-Anak Juga Bisa Kena Hipertensi, Ini Penyebabnya
“Penyebab yang paling sering adalah adanya masalah pada organ ginjal. Bisa juga hormonal, misalnya pada kondisi hormon tiroid yang berlebihan, itu juga bisa memicu hipertensi pada anak. Atau masalah pada jantung, ini juga bisa menyebabkan hipertensi pada anak,” tambahnya.
Perbedaan penyebab tersebut membuat hipertensi pada anak tidak bisa ditangani dengan pendekatan yang sama. Dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui faktor yang mendasari peningkatan tekanan darah.
Hipertensi pada anak membutuhkan perhatian khusus karena penyebabnya bisa berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari maupun gangguan organ tubuh. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya tidak menunggu hingga muncul keluhan berat untuk memperhatikan kesehatan anak.
Pemeriksaan tekanan darah dapat menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi kondisi tersebut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi, orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter anak agar dapat dilakukan evaluasi lebih lanjut.
Dokter Reza pun mengingatkan pentingnya mencari tahu terlebih dahulu jenis hipertensi yang dialami anak sebelum menentukan penanganan.
“Jadi, kalau anak mengalami hipertensi, harus dikonsultasikan ke dokter anak untuk dicari dulu penyebabnya apakah dia hipertensi primer atau hipertensi sekunder. Sehingga nanti tata laksananya juga lebih terarah dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Dengan demikian, hipertensi bukan lagi persoalan kesehatan yang hanya perlu diwaspadai ketika seseorang memasuki usia dewasa. Memperhatikan pola makan, menjaga berat badan, mencukupi waktu tidur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak sejak dini.
Editor: Muhammad Sukardi