Waspada! Hewan di Sekitar Rumah Ini Bisa Picu Gagal Ginjal Akut pada Anak
“Sengatan lebah dan tawon juga mengandung toksin yang dapat memicu kerusakan gangguan ginjal akut berat baik karena efek langsung toksin maupun respon tubuh terhadap toksin. Semakin banyak sengatan lebah maka semakin parah potensi kerusakan ginjal yang terjadi,” kata dia.
1. Nyamuk Pembawa Malaria dan DBD
Nyamuk juga termasuk hewan yang dapat memicu komplikasi serius pada anak melalui penyakit yang ditularkannya. Nyamuk Anopheles dapat menularkan parasit penyebab malaria, sedangkan Aedes aegypti merupakan salah satu pembawa virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Menurut dr Reza, malaria berat, terutama yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum, dapat memicu gangguan ginjal akut. Risiko serupa juga dapat terjadi pada anak yang mengalami DBD berat hingga mengalami dengue shock syndrome atau sindrom syok dengue.
“Nyamuk Anopheles adalah pembawa parasit malaria dapat menyebabkan malaria berat hingga memicu gangguan ginjal akut berat terutama malaria falciparum. Selain malaria, nyamuk Aedes yang membawa virus dengue yang penyakit demam berdarah juga dapat memicu gangguan ginjal akut pada kondisi berat (dengue shock syndrome),” ucap dr Reza.
2. Kalajengking dan Laba-Laba Tertentu
Kalajengking dan beberapa spesies laba-laba juga memiliki racun yang berpotensi membahayakan kesehatan. Meski kasus serangan kedua hewan ini relatif lebih jarang dibandingkan gigitan ular atau sengatan lebah, toksin yang masuk ke tubuh tetap perlu diwaspadai.