Waspada Masker Palsu! Kemenkes Bocorkan Ciri-cirinya

Muhammad Sukardi · Senin, 05 April 2021 - 16:20:00 WIB
Waspada Masker Palsu! Kemenkes Bocorkan Ciri-cirinya
Masker. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Saat ini masker menjadi salah satu barang penting. Anda tidak bisa pergi keluar rumah tanpa menggunakan masker karena sangat berisiko terpapar Covid-19.

Para dokter selalu mengedukasi penggunaan masker yang tepat, terutama pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Memakai masker yang tepat dengan memastikan menutup seluruh area hidung, mulut, hingga dagu tak pernah bosan-bosannya disampaikan. 

Namun, Kemenkes pun kini mulai menginformasikan adanya masker palsu. Masker ini diklaim mampu menghalau virus Corona, padahal kenyataannya malah bisa membuat seseorang rentan tertular virus mematikan tersebut. 

Nah, bagaimana mengenali masker palsu tersebut? 

Disampaikan Plt Dirjen Farmalkes, drg Arianti Anaya, MKM, masker yang asli memiliki surat izin edar dari Kemenkes. "Kalau sudah ada izin edarnya dari Kemenkes artinya masker itu dikategorikan sebagai masker bedah atau masker N95 atau KN95 yang dikategorikan sebagai alat kesehatan," katanya dalam konferensi pers belum lama ini. 

Jika suatu masker sudah mendapat izin edar dari Kemenkes, artinya masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat, antara lain telah lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partie Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya dan tertularnya virus serta bakteri. 

"Masker medis harus memiliki efisiensi penyaringan bakteri minimal 95 persen," tegas Arianti. 

Arianti menambahkan, masker bedah itu berbahan material berupa Non-Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

“Masker bedah itu hanya bisa dipakai sekali dan pastikan tiga lapis. Penggunaannya mesti menutupi mulut, hidung, hingga dagu," ujarnya. 

Beda dengan masker respiratori (N95 atau KN95), masker ini menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete atau charge polypropylene. 

Bicara soal masker respirator, masker ini memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibanding masker bedah. Biasanya masker respirator digunakan oleh pasien yang kontak langsung dengan pasien Covid-19, pun para tenaga kesehatan. 

"Masker N95 atau KN95 sulit dibedakan secara fisik mana yang asli, mana yang palsu. Perlu dilakukan pengujian lebih lanjut," kata Arianti. 

Nah, agar tidak terjebak membeli produk palsu, Kemenkes mengimbau agar masyarakat sebelum membeli masker, pastikan sudah ada izin edar Kemenkes di kemasan masker. 

“Kalau menemukan masker yang dicurigai tidak memenuhi standar agar melaporkan melalui akses Hallo Kemkes di 1500567," kata Arianti lagi.

Dia menghimbau sekali lagi agar memilih masker yang benar itu amatlah penting. Pastikan ada izin edar Kemenkes-nya. "Jangan hanya tergiur model. Pastikan Anda membeli masker bedah atau masker respiratori yang benar-benar asli dan beli juga sesuai kebutuhan ya," tambahnya. 

Editor : Dyah Ayu Pamela