Begini Kondisi Didi Kempot saat Dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu Solo

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 10:59 WIB
Begini Kondisi Didi Kempot saat Dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu Solo

Dokter mengungkapkan Didi Kempot tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan jantung dan napas berhenti. (Foto: iNews TV)

JAKARTA, iNews.id - Musisi Dionisius Prasetyo alias Didi Kempot meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 07.45 WIB. Kepergian maestro campursari ini meninggalkan duka bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Solo, dr Divan Fernandes mengonfirmasi kabar tersebut. Pria berusia 53 tahun ini tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan jantung dan napas berhenti. Dokter berupaya melakukan tindakkan, namun nyawa Didi Kempot tak tertolong.

Tiba di IGD pagi ini pk. 07.25, kondisi tidak sadar, henti jantung, henti nafas. Dilakukan tindakan resusitasi, namun pasien tidak tertolong. Dinyatakan meninggal oleh dokter pk. 07.45. Selasa (5/5/2020)," tulis dr Divan saat dikonfirmasi iNews.id via pesan WhatsApp, Selasa (5/5/2020).

Didi Kempot tak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di Belanda dan Suriname. Bahkan pria kelahiran 31 Desember 1966 itu memenangi sejumlah penghargaan di Suriname, negara dengan jumlah penduduk Jawa mencapai 15 persen.

Nama Kempot ternyata berkaitan erat dengan perjalanan musik pria asli Surakarta tersebut. Kata Kempot merupakan kepanjangan dari Kelompok Penyanyi Trotoar.

"Sebelum saya masuk ke dunia rekaman, saya sempat jadi penyanyi jalanan alias Kempot, Kelompok Penyanyi Trotoar," kata Didi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Pria yang dijuluki The Godfather of Broken Heart ini lahir dari keluarga seniman. Ayahnya adalah Ranto Edi Gudel, pemain ketoprak di Jawa Tengah. Ibunya, Umiyati Siti Nurjanah, penyanyi tradisional di Ngawi. Kakaknya adalah Mamiek Prakoso, pelawak yang tenar lewat grup Srimulat.

"Saya berseni mungkin karena hidup ke kehidupan seniman tradisional," katanya.

Dia meyakini jalan yang dipilih bisa menghidupinya setelah berkaca dari apa yang dia rasakan sendiri. Bila kakaknya mengambil jalur lawak, Didi meneruskan apa yang telah ditempuh sang ibu dan membanggakan kedua orangtua.

Didi Kempot mengawali kariernya sebagai musisi jalanan tahun 1984 hingga 1986. Dia kemudian mengadu nasib di Jakarta pada 1987 hingga 1989.

Didi Kempot terkenal dengan lagu-lagu yang menceritakan kisah patah hati dengan menyematkan nam,a suatu tempat di judul-judul lagunya. Oleh sebab itu penggemarnya menamakan diri Sobat Ambyar.

Sebut saja sejumlah karya emasnya seperti Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Parangtritis, Tanjung Mas Ninggal Janji, Cidro, Jambu Alas, dan lain-lain. Wafatnya Didi Kempot menyisakan duka mendalam karena sang maestro akan menggelar konser akbar bertajuk 'Ambyar Tak Jogeti' di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 10 Juli 2020 mendatang.

Editor : Dani Dahwilani