Hikmah

3 Amalan yang Tidak Terputus Setelah Seseorang Meninggal Dunia

Kastolani · Senin, 15 Agustus 2022 - 21:33:00 WIB
3 Amalan yang Tidak Terputus Setelah Seseorang Meninggal Dunia
Amalan yang tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia salah satunya sedekah jariyah. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Amalan yang tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia penting diketahui sebagai bekal di akhirat nanti. Dalam ajaran Islam, manusia yang telah meninggal dunia tidak membawa bekal apa-apa kecuali amal ibadah yang dikerjakan selama hayatnya.

Semua pangkat, jabatan, harta, anak dan istri ditinggalkannya. Namun, ada tiga amalan yang tidak akan terputus dan menjadi jariyah di alam kubur.

Amalan yang tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia

Ustaz Muhammad Alawi Harahap dari Kemenag mengatakan, dalam riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: "Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang salih." (HR Muslim nomor 1631)

Dari hadits di atas disebutkan ada tiga amalan yang tidak akan putus setelah seseorang meninggal dunia yaitu, sedekah jariyah yang bermanfaat, ilmu yang diajarkan dan doa anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.

Berikut 3 Amalan yang tidak terputus setelah seseorang meninggal dunia:

1. Sedekah jariyah

Sebagai umat Islam diajarkan untuk saling tolong menolong dengan cara menyedekahkan hartanya kepada orang yang tidak mampu.

Sedekah atau shodaqoh berasal dari kata "shadaqa" yang artinya jujur, benar, memberi dengan ikhlas. Ini mengisyaratkan bahwa orang-orang yang bersedekah berarti telah berlaku jujur kepada dirinya sendiri mengenai kelebihan yang telah di berikan oleh Allah.

Sedekah meliputi sedekah wajib (zakat) dan sedekah sunat (at-tatawwu) atau sedekah spontan dan sukarela yang sama artinya dengan infaq.

Mengapa Allah dan Rasulullah memerintahkan umatnya untuk bersedekah? Sebab, di dalam sedekah itu tertanam berlipat-lipat pahala. Allah memberikan ganjaran dan menyayangi umatnya yang peduli terhadap sesama.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah peinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. (QS. Al hadid: 18).

Ibnu Katsir menjelaskan, sesungguhnya orang-orang yang bersedekah dengan menginfakkan sebagian hartanya, baik laki-laki maupun perempuan, dan mereka dengan ikhlas meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan balasan kebaikan bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia dari sisi-Nya.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda