Hikmah

Anjuran Sambut Ramadhan dengan Suka Cita

Kastolani · Kamis, 08 April 2021 - 10:41:00 WIB
Anjuran Sambut Ramadhan dengan Suka Cita
Muslim dianjurkan menyambut Ramadhan dengan suka cita dan penuh kegembiraan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Bulan Suci Ramadhan tinggal hitungan hari. Meski masih berada di masa pandemi Covid-19, Muslim patut menyambut datangnya Bulan Ramadhan dengan suka cita dan kegembiraan.

Suka cita menyambut Ramadhan juga merupakan salah satu tanda keimanan. Ibarat tamu, Ramadhan senantiasa dinanti.

Di beberapa daerah di Tanah Air khususnya di Jawa, masyarakat Muslim menyambut datangnya Ramadhan dengan padusan atau mandi besar di sungai. Sebagian lagi melakukan ziarah kubur atau nyekar ke makam orang tua dan kerabat. 

Rais Syuriah PBNU Dr KH Zakky Mubarak mengatakan, selama bulan Ramadhan sebagai bulan yang agung dan luhur, seorang Muslim senantiasa meningkatkan amal dan ibadahnya dengan penuh suka cita. Dan para Malaikat senantiasa berseru:

يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ هَلُمَّ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ

“Wahai orang-orang yang menghendaki kebajikan, bergembiralah dan wahai orang-orang yang menghendaki keburukan tahanlah dirimu”. (Hadis Shahih, Riwayat al-Nasa`i: 2080 dan Ahmad: 18042, dengan redaksi hadis dari al-Nasa’i)

"Seseorang yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya akan memperoleh keistimewaan-keistimewaan yang belum pernah diberikan kepada umat yang lain, sebelum umat Nabi Muhammad SAW Dengan keistimewaan-keistimewaan itu manusia akan meraih kebaikan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat," katanya dikutip dari dakwahnu.id.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَليَهْ ِوَسَلَّمَ: أُعْطِيَتْ أُمَّتِي فيِ شَهْرِ رَمَضَانَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبيٌ قَبْلِيْ، أَمَّا وَاحِدَةٌ فَإِنَّهُ إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ نَظَرَ اللهُ تَعَالَى ِإلَيْهِمْ وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا، وَأَمَّا الثَّانِيَةُ فَإِنَّ خُلُوْفَ أَفْوَاهِهِمْ حِيْنَ يُمْسُوْنَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ، وَأَمَّا الثَالِثَةُ فَِإنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَسْتَغْفِرُ لَهُمْ فيِ كُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ، وَأَمَّا الرَّابِعَةُ فَإِنَّ اللهَ تَعَالىَ يَأْمُرُ جَنَّتَهُ فَيَقُوْلُ لَهَا: اِسْتَعِدِّي وَ تَزَيَّنِي ِلعَباَدِي أَوْشَكُوْا أَنْ يَسْتَرِيْحُوْا مِنْ تَعَبِ الدُّنْيَا ِإلَى دَارِي وَكَرَامَتِي، وَأَمَّا اْلخَامِسَةُ فَإِنَّهُ ِإذَا كَانَ آخِرُ لَيْلَةٍ غُفِرَ لَهُمْ جَمِيْعًا، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلقَوْمِ: أَهَيَ لَيْلَةُ اْلقَدَرِ؟ فَقاَلَ: لاَ، أَلمَ ْ تَرَ إِلَى اْلعُمَّالِ يَعْمَلُوْنَ فَإِذاَ فَرَغُوْا مِنْ أَعْمَاِلهِمْ وُفُّوْا أُجُوْرَهُمْ

Rasulullah SAW bersabda, “Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan, lima hal yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabipun sebelumku yaitu: (1) Pada awal bulan Ramadhan, Allah s.w.t melihat umatku. Siapa yang dilihat oleh Allah, maka dia tidak akan disiksa untuk selama-lamanya. (2) Aroma mulut orang yang berpuasa, di sisi Allah lebih baik dari aroma misik (kasturi). (3) Para malaikat memohon ampunan untuk umatku siang dan malam. (4) Allah s.w.t memerintahkan (penjaga) surga-Nya:

“Bersiap-siaplah dan berhiaslah kamu untuk hamba-hambaKu, mereka akan beristirahat dari kesulitan hidup di dunia menuju ke tempat-Ku dan kemuliaan-Ku”, dan (5) Pada akhir malam bulan Ramadhan Allah mengampuni dosa-dosa mereka seluruhnya”.

Seorang sahabat bertanya: “Apakah itu malam Qadar wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Tidak, tidakkah kamu mengetahui bahwa para pekerja, apabila mereka selesai dari pekerjaannya, niscaya akan dibayar upahnya”. (Hadis Hasan, Riwayat al-Baihaqi dalam kitab Syua’b al-Iman: 3450).

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3