Hikmah

Hukum dan Bacaan Adzan Bayi Sesuai Sunnah serta Hikmahnya

Kastolani · Senin, 15 Maret 2021 - 20:18:00 WIB
Hukum dan Bacaan Adzan Bayi Sesuai Sunnah serta Hikmahnya
Bayi yang baru lahir disunnahkan untuk diadzani di telinga kanannya. (Foto: Dok.iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Mengumandangkan adzan bayi di telinga kanan yang baru lahir merupakan perbuatan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Para ulama pun sepakat bahwa sunnah hukumnya mengumandangkan adzan dan iqomah pada saat bayi lahir ke dunia.

KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya Ritual dan Tradisi Islam Jawa menjelaskan, dalam Kitab Fiqih Al islami wa Adillatuhu, juz I halaman 5561 disebutkan bahwa Adzan juga disunnahkan untuk perkara selain sholat di antaranya adzan di telinga kanan untuk anak yang baru dilahirkan. Seperti halnya sunnah untuk melakukan iqomah di telinga kirinya.

Kesunahhan ini dapat diketahui dari sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Umar bin Ubaidillah Abi Rafi.

عن أَبى رَافِعٍ قال : رَأَيْتُ النَّبِيَّ  أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ

Dari Abu Rafi RA dia berkata : Aku melihat Rasulullah SAW mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah. (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim)

عَنْ حُسَيْنٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ وُلِدَ لَهُ وَلَدٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ

Dari Husain beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang dilahirkan untuknya seorang anak, kemudian dia mengadzani di telinga kanan dan iqomat di telinga kiri, maka tidak akan memudhorotkannya Ummus Shibyaan (Jin yang mengikutinya atau hembusan angin). (H.R Abu Ya’la).

Dalam hadits lain juga disebutkan:

عَنِ ابْنِ عَباَّسٍ  أَنَّ النَّبِيَّ  أَذَّنَ فيِ أُذُنِ الحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ يَوْمَ وُلِدَ وَأَقَامَ فيِ أُذُنِهِ اليُسْرَى

Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW melantunkan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan, dan melantunkan iqamah di telinga kirinya. (HR. Al-Baihaqi).

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda