Hikmah

14 Hadits tentang Pernikahan Tulisan Arab, Latin dan Artinya serta Keutamaan

Kastolani · Rabu, 14 September 2022 - 21:45:00 WIB
14 Hadits tentang Pernikahan Tulisan Arab, Latin dan Artinya serta Keutamaan
Pernikahan dalam Islam disebutkan dalam banyak hadits. Menikah merupakan salah satu bentuk sunnah Nabi SAW. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Hadits tentang Pernikahan bisa menjadi pedoman bagi Muslim yang sedang mencari pasangan hidup maupun yang sudah berumah tangga agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah.

Menikah merupakan salah satu sunnah Nabi SAW yang memiliki banyak keutamaan di dalamnya. Selain menggenapkan separuh agama, menikah juga membentengi seseorang dari perbuatan zina.

Tak hanya itu, pernikahan juga membuat hati seseorang tenteram dan melanggengkan keturunan.

Dalil tentang pernikahan disebutkan dalam Alquran, Surat An Nur ayat 32. Allah SWT berfirman:

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendiri di antara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS: An Nur:32)

Mufasir Ibnu Katsir menerangkan, ayat tersebut merupakan perintah untuk menikah. Segolongan ulama berpendapat bahwa setiap orang yang mampu kawin diwajibkan melakukanya. 

Hadits tentang Pernikahan

Ustaz Firman Arifandi dalam bukunya berjudul Serial Hadist Nikah 1 Anjuran Menikah dan Mencari Pasangan menjelaskan, pernikahan adalah jalan untuk mewujudkan salah satu tujuan asasi dari syariat Isalm yaitu menjaga nasab atau keturunan. Selain itu, memelihara manusia agar tidak gterjatuh ke dalam perkara yang diharamkan Allah seperti zina, homoseksual dan lain sebagainya.

Berikut 14 hadits tentang Pernikahan tulisan Arab, Latin dan artinya sebagai panduan memilih pasangan hidup sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW:

1. Menikah Sunnah Nabi SAW

Hadits tentang pernikahan pertama yakni bahwa menikah adalah sunnah Nabi SAW.

Latin: 'An 'Aaisyah qaalat, qaala rasuulullaahi shallallaahu'alaihi wa sallama An nikaahu sunnatii fa man lam ya'mal bisunnatii falaisa minni fatazawwajuu. Fa inni mukaatsirun bikumul umamu wa man kaana dzaa thaulin fal yankih waman lam yajid fa'alihi bish shiyaami fainna shauma lahuu wijaa un.

Artinya: Dari Aisyah RA berikut bahwa rasulullah SAW bersabda: menikah adalah Sunnahku siapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka dia bukan tyermasuk umatku, menikahlah karena aku sangat senang atas jumlah besar kalian di hadapan umat-umat lain. Siapa yang telah memiliki kesanggupan maka menikahlah jika tyidak maka berpuasalah karena puasa itu bisa menjadi kendali. (HR. Ibnu Majah)

2. Menikah Bagian dari Sunnah Para Rasul

Menikah juga bagian dari sunnah para rasul, hal ini sebagiamana disebutkan dalam hadits berikut:

Latin: Arba'un min sunanil mursaliina al hayaau wa ta'athturu wa siwaak da nikaah

Artinya: Ada empat perkara yang termasuk sunnah para Rasul yakni, rasa malu, memakai ewangian, bersiwak dan menikah. (HR At Tirmidzi)

3. Anjuran Menikah bagi Pemuda yang Sudah Mampu

Hadits tentang pernikahan lainnya yakni anjuran menikah bagi para pemuda dan pemudi yang sudah mampu baik fisik maupun ekonomi.

Rasulullah SAW bersabda:

«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah, dan siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu menjadi benteng baginya.”

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda