Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lebaran 2026 Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Menuju Ramadan dan Idulfitri 1447 H
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

Di sinilah timbul pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya mengerjakan sholat Tahajud setelah sholat Witir. Adapun penjelasannya, yang dilansir iNews.id dari berbagai sumber, Kamis (21/3/2024), adalah sebagai berikut.

Hukum Amalan Sholat Tahajud di Bulan Ramadhan

Perlu diketahui sebelumnya bahwa anjuran untuk menjadikan sholat Witir sebagai penutup sholat malam berhukum sunnah. Dengan kata lain, umat Muslim yang ingin mengerjakan sholat malam lain setelah sholat Witir, termasuk sholat Tahajud tetap diperbolehkan.

Bolehnya hal tersebut merujuk pada sebuah hadits dari ‘Aisyah, di mana ia pernah menceritakan mengenai shalat malam yang dilakukan Rasulullah.

كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ.

Artinya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat 13 rakaat (dalam semalam). Beliau melaksanakan shalat 8 rakaat kemudian beliau berwitir (dengan 1 raka’at). Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan shalat dua raka’at sambil duduk. Jika ingin melakukan ruku’, beliau berdiri dari ruku nya dan beliau membungkukkan badan untuk ruku’. Setelah itu di antara waktu adzan subuh dan iqomahnya, beliau melakukan shalat dua raka’at. (HR. Muslim no. 738)

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut