Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid Bagi Umat Islam
JAKARTA, iNews.id - Hukum mempelajari ilmu tajwid bagi umat Islam menarik untuk diulas. Mempelajari ilmu membaca Al-Qur'an tersebut hukumnya fardhu kifayah.
Menurut NU Online, fardhu kifayah adalah suatu kewajiban yang diharuskan untuk dilakukan tanpa memandang siapa yang melakukannya. Dengan ini setiap Muslim harus mempelajari ilmu tajwid.
Anjuran untuk mempelajari ilmu tajwid telah diperintahkan Allah Subhanahu wa ta'ala pada Surat Al-Baqarah ayat 121 yang berbunyi,
اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُوْنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ࣖ
Latin: Allażīna ātaināhumul-kitāba yatlūnahū ḥaqqa tilāwatih(ī), ulā'ika yu'minūna bih(ī), wa may yakfur bihī fa ulā'ika humul-khāsirūn(a).
Artinya: Orang-orang yang telah Kami beri kitab suci, mereka membacanya sebagaimana mestinya, itulah orang-orang yang beriman padanya. Siapa yang ingkar padanya, merekalah orang-orang yang rugi.
Secara bahasa, tajwid memiliki arti memperbaiki. Sedangkan menurut istilah, tajwid adalah mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya serta memberi hak-haknya seperti jelas kuat, lemah dan sifat-sifat huruf lainnya.
Berbagai hukum tajwid yang perlu diketahui setiap Muslim diantaranya: Idzhar, idgham bigunnah, idgham bilaghunnah, iqlab, ikhfa hakiki, ikhfa syafawi, idgham mitslain, izhar syafawi, mim dan nun bertasydid, mad thabi'i, mad far'i, idgham mimi, idgham mutajanisain, idgham mutaqaribain, qalqalah sugra dan qalqalah kubra.
Berikut ini ulasan lengkap mengenai hukum mempelajari ilmu tajwid bagi umat Islam serta tujuan mempelajarinya yang dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (1/9/2023).
Setiap Muslim selalu membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur'an merupakan suatu kewajiban.
Berbagai interaksi terhadap Al-Qur'an perlu dilakukan seperti membaca, menghafal, mengkaji setiap isi surat serta mengamalkannya.
Membaca Al-Qur'an merupakan akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Bahkan setiap kebaikan akan didapatkan bagi seorang Muslim tatkala membaca satu huruf hijaiyah pada Al-Qur'an.
Hal tersebut berdasarkan salah satu hadits riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah bersabda,
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ”
Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud RA, katanya, “Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari Kitabullah -yakni Alquran, maka dia memperoleh satu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa Alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf.” (HR Tirmidzi) Menurut Timirdzi hadis hasan sahih.
Demikian ulasan mengenai hukum mempelajari ilmu tajwid bagi umat Islam.
Editor: Komaruddin Bagja