Tausiah

Korupsi dalam Islam

Ustaz Herman Budianto · Kamis, 29 April 2021 - 19:45:00 WIB
Korupsi dalam Islam
Ustaz Herman Budianto. (Foto: Dompet Dhuafa).

Ustaz Herman Budianto
GM Divisi Budaya & Pendidikan Dompet Dhuafa
 
BELAKANGAN ini kita seringkali mendengarkan mengenai ramainya kasus korupsi di Indonesia. Korupsi dalam kacamata Islam merupakan suatu perbuatan yang dosa, karena memanfaatkan harta orang lain untuk kepentingan pribadinya seperti yang dilakukan oleh para pencuri. Tentu saja korupsi hukumnya telah jelas, yakni haram dan tidak boleh dilakukan oleh umat Islam karena banyak sekali mudaratnya. 

Namun mengapa orang masih tetap melakukan korupsi tanpa takut akan dosa? Itulah sebabnya mungkin mereka (koruptor) tidak paham mengenai dampak jangka panjang korupsi itu. Harta yang mereka rampas, digunakan untuk keperluan sehari-hari sehingga harta tersebut masuk ke dalam tubuhnya serta berdampak kepada keluarga dan bangsa.

Pada zaman Rasulullah SAW ada seseorang yang berdoa kepada Allah SWT, “Ya Rabb, Ya Rabb, Ya Rabb”. 

Maka Rasulullah SAW mengatakan, bagaimana mungkin doanya dapat dikabulkan, karena yang dimakan dan diminum oleh orang tersebut haram. Dia dibesarkan oleh makanan-makanan yang haram, bagaimana mungkin Allah SWT mau mengabulkan doanya?

Bayangkan jika kita memakan makanan dan minuman dari hasil korupsi, makanan tersebut menjadi daging bahkan darah yang haram, lalu doa-doa kita kepada Allah SWT tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT. Padahal janji Allah SWT pada bulan Ramadan ini adalah mengabulkan seluruh doa-doa kita sebagaimana yang dimaksud dalam QS Al Baqarah ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Kalau kita terus bermunajat kepada Allah SWT, tetapi yang kita makan berasal dari sesuatu yang haram, maka Allah SWT tidak akan mengabulkan, sekalipun doa kita tentang hal kebaikan. Sungguh sangat disayangkan.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2