Makna Tahun Baru Islam bagi Umat Islam di Bulan Muharram, Inilah 5 Momentum Berharga

Rilo Pambudi · Senin, 25 Juli 2022 - 11:07:00 WIB
Makna Tahun Baru Islam bagi Umat Islam di Bulan Muharram, Inilah 5 Momentum Berharga
Makna tahun baru islam bagi umat islam (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Makna tahun baru islam bagi umat islam pasti memiliki kesan mendalam tersendiri. Tahun baru Islam dirayakan pada 1 Muharram tahun Hijriyah.

Tahun baru Islam 1444 Hijriyah kali ini akan jatuh pada hari Sabtu, 30 Juli 2022. Berbeda dengan merayakan tahun baru masehi, umat muslim mempunyai cara sendiri dalam memaknai dan menyongsong tahun baru Islam.

Tahun baru Islam ditandai dengan mulainya bulan Muharram. Bulan ini menjadi salah satu dari empat bulan mulia di dalam Islam selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Bulan Muharram juga disebut sebagai syahrullah al Asham yang berarti Bulan Allah yang sunyi. Maka selain dilarang berperang, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan amalan-amalan baik, salah satunya adalah puasa. Hal itu sebagaimana dalam hadits dari Abu Hurairah RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Dalam sejarah Islam, Tahun Baru Hijriyah sendiri menandai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Hijrah tersebut memiliki makna penting bagi umat Muslim. Lantas, apa saja makna tahun baru Islam selain memaknai momentum hijrahnya Nabi?

Makna Tahun Baru Islam bagi Umat Islam

1. Momen Bertafakur dan Tadzakkur

Dalam menyongsong tahun baru Islam, seorang mukmin hendaknya semakin menjadi insan yang suka tafakur (berpikir) dan tadzakkur (merenung)

Tafakur yang pertama, yaitu tafakur hisab atau intropeksi. Maksudnya adalah mengingat kembali dan menghitung amalannya yang telah diperbuat di tahun sebelumya. Setelah itu lalu dia teringat (tadzakkur) akan dosa-dosanya, hingga hatinya menyesal dan beristighfar memohon ampun kepada Rabbnya.

2. Momentum Menuju Kebaikan

Makna tahun baru Islam berikutnya adalah melahirkan kesadaran untuk senantiasa menuju kebaikan, serta semakin bermanfaat untuk seluruh manusia dan untuk semua alam semesta dengan semangat tulus ikhlas demi mendapatkan rahmat Allah.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah : 218)

3. Makna Pentingnya Perdamaian

Makna tahun baru berikutnya adalah pentingnya perdamaian. Seperti yang telah disebutkan, Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau yang memiliki keistimewaan dan yang paling mulia. Hal ini karena segala perbuatan baik yang dilakukan akan balasan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Maka dari itu, umat Islam diharamkan untuk berperang dan melakukan kezaliman. Sebab, semangat bulan Muharram adalah semangat penuh perdamaian.

Hal itu telah jelas disampaikan melalui Al Quran surah At Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 36)

4. Semangat Perjuangan

Jika berkaca pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW, Tahun Baru Islam juga memiliki makna semangat perjuangan yang tak kenal putus asa. Momentum ini juga dapat dimaknai sebagai semangat Hijrah Rasul dari Mekah ke Madinah.

Nabi Muhammad SAW dan para sahabat begitu gigih dan tak kenal lelah dalam menyebarkan agama Islam, meski menghadapi berbagai rintangan dan cobaan. Nabi Muhammad SAW harus hijrah ke Kota Madinah meninggalkan tanah kelahirannya, saudara, dan harta benda demi memenuhi perintah dan wahyu yang diberikan Allah SWT.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda