Hikmah

Naskah Khutbah Jumat: Tradisi di Bulan Ramadhan

Kastolani · Kamis, 08 April 2021 - 20:39:00 WIB
Naskah Khutbah Jumat: Tradisi di Bulan Ramadhan
Jamaah shalat Jumat di Masjid Al Manar, Wonosidi Lor, Wates, Kulonprogo. (Foto: iNews/Kuntadi)

Sidang Jum’at yang mulia.

Mari kita gunakan Ramadhan kali ini sebagai pijakan langkah awal kita untuk membiasakan diri berinteraksi secara lebih kwalitatif dengan Kitab Suci kita, al-Qur`an. Banyak cara dapat kita gunakan, seperti, disamping mengkhatamkan bacaan al-Qur`an juga mengkhatamkan terjemahannya, mengkhatamkan salah satu atau beberapa buku tentang asbaab an-nuzuul-nya, mengkhatamkan salah satu atau beberapa kitab tafsir dari ribuan kitab tafsir yang ada dengan berbagai genre-nya. Asal ada kemauan, tentu tidak ada kata sulit, karena toh semua itu sudah banyak tersedia dalam bahasa Indonesia.

Lalu, di samping kita mentradisikan hal-hal di atas, yang tidak kalah penting adalah: Kita jadikan diri kita teladan dengan menularkan tradisi tersebut kepada anak-anak kita.

عن عبد الله بن بريدة الأسلمي عن أبيه رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: من قرأ القرآن و تعلمه و عمل به أُلبِسَ والداه يوم القيامة تاجا من نور ضوؤُه مثل ضوءِ الشمس و يُكْسَى  والداه حُلَّتَانِ لا يقوم بهما الدنيا, فيقولان: بما كُسِيْنَا؟ فيقال: بأخذ ولدِكما القرآن (رواه الحاكم).

Dari Abdillah ibnu Buraidah al-Aslamiy, dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Barang siapa membaca al-Qur`an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orangtuanya pada hari Kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua perhiasan yang nilainya tiada bandingannya di dunia. Kedua orangtuanya pun bertanya: Mengapa bisa dipakaikan kepada kami segala bentuk kehormatan ini? Maka dijawab: Karena anak kalian telah membawa (berpegang teguh kepada) al-Qur`an. (HR. Hakim, shahih menurut syarat Muslim).

Akhirnya, semoga al-Qur`an memberikan petunjuk guna keselamatan kita di dunia, dan semoga al-Qur`an yang kita baca, sebagaimana juga puasa, memberikan syafâ’ah (rekomendasi pengampunan) guna keselamatan kita kelak di akhirat, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

بارك الله لى و لكم فى القرآن الكريم. و نفعنى و إيّاكم بما فيه من الآيات و الذّكر الحكيم. و تقبّل منّى و منكم تلاوته, إنّه هو السّميع العليم. أقول قولى هذا فاستغفروه, إنّه هو الغفور الرّحيم.

Editor : Kastolani Marzuki