Hikmah

Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari, Begini Pandangan Al Qur'an

Kastolani · Rabu, 26 Mei 2021 - 14:34:00 WIB
Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari, Begini Pandangan Al Qur'an
Proses terjadinya gerhana bulan total yang akan terjadi malam ini, Rabu (26/5/2021). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Perbedaan gerhana bulan dan gerhana matahari yakni dalam literatur fikih gerhana disebut Kusuf (كسوف) dan Khusuf (خسوف). 

Kedua kata tersebut bermakna sama, yakni gerhana. Namun kalangan Fuqaha’ memakai lafadz Kusuf (كسوف) untuk gerhana matahari (كسوف الشمس) dan lafadz Khusuf untuk gerhana rembulan (خسوف القمر).

Dalam istilah Fuqaha’ Kusuf adalah peristiwa hilangnya sinar matahari baik sebagian atau keseluruhan pada siang hari karena terhalang posisi rembulan yang melintas di antara matahari dan bumi. 

Sedangkan Khusuf (خسوف) adalah peristiwa di mana cahaya bulan menghilang baik sebagian atau total pada malam hari karena terhalang oleh bayangan bumi karena posisi bulan yang berada di balik bumi dan matahari.

Dalam pandangan sains, BMKG menyatakan Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi. Fenomena ini merupakan salah satu akibat dari dinamisnya pergerakan matahari, bumi, dan bulan. Kerap terjadi pada saat fase bulan baru.

Sedangkan gerhana bulan dalah peristiwa terhalanginya sinar matahari oleh bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke bulan apabila dilihat dari Bumi. Fenomena ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan.

Terkait Gerhana Bulan malam ini, patut kiranya sejenak merenungkan pesan Allah dan Baginda Rasulullah SAW

Allah berfirman dalam Kitab Suci Al Qur'an, surah Ali-Imran ayat 190-191:

إنَّ فِي خَلْقِ السَّمَٰوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَٰوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran:190-191).

Pengurus Lembaga Dakwah PBNU Dr KH Fuad Thohari MA  dilansir dari laman dakwahnu.id menjelaskan, dalam ayat al-Qur’an tersebut disebutkan hanya ulil albaab (orang-orang yang berpikir dengan iman) yang mau merenungi makna gerhana dan mengambil hikmahnya.

Gerhana kadang tampak menakutkan. Secara perlahan bulan menjadi gelap sebagian, lalu selama beberapa saat bulan berada pada fase sangat gelap dan kemudian secara perlahan, kembali pada wujudnya cemerlang. Seolah bulan“dimakan” sesuatu yang luar biasa.

Saat cahaya bulan yang  awalnya terang, tiba-tiba menjadi gelap, munculah berbagai mitos di berbagai belahan dunia.

Editor : Kastolani Marzuki