Peristiwa 14 Februari, Hari Lahir Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari

Kastolani · Minggu, 14 Februari 2021 - 20:14:00 WIB
Peristiwa 14 Februari, Hari Lahir Pendiri NU KH Hasyim Asy’ari
Pendiri Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari yang lahir 14 Februari 1871. (Foto: @nahdlatululama)

JAKARTA, iNews.id – Hari ini, 14 Februari merupakan hari istimewa bagi warga Nahdliyin. Sekitar 150 tahun lalu, lahir pendiri Nahdlatul Ulama yakni, Hadratusysyaikh KH Hasyim Asy'ari

KH Hasyim Asy'ari merupakan salah seorang ulama paling terkemuka di Indonesia, Jasanya sangat besar dalam membumikan pandangan keagamaan yang moderat, persaudaraan di tengah-tengah umat yang beragam dan kemerdekaan dari penjajahan, Sebab itu, para ulama memberinya gelar Hadratussyaikh yang artinya mahaguru atau mahaulama.

Bersama para ulama terkemuka lain, KH Hasyim Asy'ari mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 31 Januari 1926 sebagai tonggak gerakan moderat yang menggabungkan gagasan keumatan dengan ide kebangsaan.

Dikutip dari buku Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari (moderasi, keumatan dan kebangsaan) yang ditulis Zuhairi Misrawi (2010), KH Hasyim Asy’ari lahir pada Selasa 14 Februari 1871 atau bertepatan dengan 24 Dzulqa’dah 1287 di Pesantren Gedang, Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini berada 2 km kea rah utara Jombang.

Keluarga KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai keluarga ulama kharismatik. Ayah KH Hasyim Asy’ari adalah ulama asal Demak dan kakeknya Kiai Usman pendiri Pesantren Gedang, Jombang.

Bagi masyarakat Jawa, ulama merupakan sosok yang terhormat. Ulama menduduki poasisi elite di tengah kaum santri yang cenderung religious dan priyayu dalam masyarakat abangan.

Saat masih dalam kandungan, Ibunda KH hasyim Asy’ari, Nyai Hjjah Halimah melihat tanda-tnada luar biasa. Pada suatu malam, Nyai Halimah bermimpi bulan jatuh dari langit dan hinggap di kandungannya. Tentu mimpi tersebut merupakan pertanda yang sangat baik bahwa kelak anak yang akan lahir merupakan sosok yang istimewa di kemudian hari yang mempunyai kecerdasan, talenta dan bimbingan dari Allah SWT.

Tanda-tanda lainnya, Kiai Hasyim berada di dalam kandungan ibunya kurang lebih 14 bulan yang ditafsir banyak orang sebagai keistimewaan. Kiai Hasyim muda diramalkan akan menjadi tokoh besar dan ramalah itu terbukti benar di kemudian hari.

Menurut Ishom hadzik (2000) dalam KH Hasyim Asy’ari: Fajar Ulama dan pejuang Sejati, Nyai Halimah dikenal sebagai perempuan yang taat beribadah.

Editor : Kastolani Marzuki