Puasa tapi Tidak Sholat, Bagaimana Hukumnya?
Artinya: Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.
Sementara itu, kewajiban sholat 5 waktu juga tertuang dalam firman Allah SWT:
اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
Artinya: Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An Nisa: 103)
Dari kedua dalil di atas dapat disimpulkan bahwa kedua ibadah ini harus dilakukan dan tidak boleh dipilih salah satunya. Jika ditinggalkan, maka orang tersebut telah melanggar perintah Allah SWT.
Namun jika melihat pada prakteknya, beberapa orang justru sanggup untuk berpuasa Ramadan tetapi memilih untuk meninggalkan sholat. Perihal hukum puasa orang tersebut, perlu diteliti terlebih dahulu mengenai alasannya meninggalkan sholat.
Hasan Bin Ahmad al-Kaf dalam Taqriratus Sadidah fi Masail Mufidah menjelaskan:
له حالتان: فتارة يتركها جحودا وتارة يتركها كسلا: إذا تركها جحودا، أي: معتقدا أنها غير واجبة هو كالمرتد........، إذا تركها كسلا: وذلك بأن أخرجها عن وقت الضرورة فهو مسلم