Surat Al Kahfi Ayat 1 sampai 10, Simak Arti dan Keutamaannya!
JAKARTA, iNews.id - Surat Al Kahfi ayat 1 sampai 10 merupakan bagian dari Al-Qur’an yang memiliki banyak keutamaan dan makna mendalam.
Ayat-ayat ini mengajarkan kita tentang pujian kepada Allah, peringatan akan siksa yang pedih, serta kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Membaca dan memahami ayat-ayat ini dapat memberikan ketenangan hati serta perlindungan dari berbagai fitnah, termasuk fitnah Dajjal.
Selain itu, membaca Surat Al Kahfi pada hari Jumat juga diyakini akan memberikan cahaya yang menerangi antara dua Jumat.
11 Ayat Terakhir Surat Ali Imran, Arab, Latin, Artinya & Keutamaan Membacanya
Berikut adalah ayat 1 sampai 10 dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Doa setelah Membaca Surat Al Waqiah untuk Rezeki, Teks Arab, Latin dan Artinya
Latin: Al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ 'iwajā
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;
2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan Keutamaannya
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ
الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
Latin: Qayyimal liyunżira basan syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-muminīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā
Keutamaan Surat Al Kahfi 10 Ayat Terakhir, Yuk Baca Tiap Jumat!
Artinya: Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,
مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
Latin: Mākiṡīna fīhi abadā
Artinya: Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Latin: Wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā
Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”
مَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
Latin: Mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā liābāihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā
Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
Latin: Fa la’allaka bākhi’un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu"minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā
Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
Latin: Innā ja’alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya.
وَاِنَّا لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ
Latin: Wa innā lajā’ilūna mā 'alaihā ṣa’īdan juruzā
Artinya: Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering.
اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا
عَجَبًا
Latin: Am ḥasibta anna aṣḥābal-kahfi war-raqīmi kānū min āyātinā 'ajabā
Artinya: Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami?
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Latin: Iż awal-fityatu ilal-kahfi faqālū rabbanā ātinā mil ladunka raḥmatan wa hayyi" lanā min amrinā rasyadā
Artinya: (Ingatlah) ketika para pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”