Hikmah

Teks Khutbah Jumat tentang Haji dan Kiat Meraih Predikat Mabrur

Kastolani · Kamis, 23 Juni 2022 - 19:39:00 WIB
Teks Khutbah Jumat tentang Haji dan Kiat Meraih Predikat Mabrur
Khutbah jumat tentang haji dan kiat menggapai predikat mabrur yang merupakan dambaan tiap Muslim yang kini sedang beribadah di Tanah Suci Mekkah. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Teks khutbah Jumat tentang haji dan kiat menggapai predikat mabrur yang merupakan dambaan tiap muslim yang saat ini sedang menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci Mekkah

Ibadah haji wajib bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat. Ibadah haji diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Hukum haji kedua dan seterusnya adalah sunnah. 

Ibadah haji dilaksanakan pada bulan haji (Dzulhijjah), tepatnya ketika waktu wukuf di Arafah tiba (9 Dzulhijjah), hari Nah{r (10 Dzulhijjah), dan harihari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Rangkaian ibadah haji itu sudah dimulai sejak bulan Syawwal, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. 

Dalam Alquran, Surat Ali Imran ayat 97, Allah SWT berfirman:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبارَكاً وَهُدىً لِلْعالَمِينَ (96) فِيهِ آياتٌ بَيِّناتٌ مَقامُ إِبْراهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كانَ آمِناً وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعالَمِينَ (97)

Artinya: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. Ali Imran ayat 97)

Berikut teks Khutbah Jumat tentang haji dan keutamaannya dilansir dari dakwahnu yang ditulis KH Ade Muzaini Aziz, MA, Pengurus Lembaga Dakwah PBNU & Pengasuh Perguruan Al Mu’in Tanggerang Banten.

Ma’aasyiral muslimîn rahimakumullaah

Tiap orang yang menajalankan Ibadah haji pasti ingin mendapat predikat mabrur. Sebab, tidak ada balasan yang lebih baik selain surga bagi haji mabrur.   

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

والحجّ المبرور ليس له جزاء إلاّ الجنة

Dan haji yang mabrur tiada ganjaran baginya kecuali surga (HR. Muttafaq ‘alayh)

Jika kita perhatikan hadits Rasulillah di atas, yaitu bahwa hanya haji yang mabrur yang mendapat ganjaran surga, maka mafhûm mukhâlafah (logika berbaliknya) adalah bahwa ada haji yang tidak mabrur, yang konsekuensinya adalah tidak mendapat surga. 

Logika berbalik ini ada dasar penguatnya di dalam Al Quran, yaitu ketika Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa ada dua jenis karakter manusia yang melaksanakan ibadah haji.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda