Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dampak Gluten Berlebih Mirip Gula, Batasi Konsumsi demi Cegah Penyakit Kronis
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Obesitas, Perhatikan Batas Aman Anak Konsumsi Gula

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:39:00 WIB
Cegah Obesitas, Perhatikan Batas Aman Anak Konsumsi Gula
Konsumsi makanan cepat saji, serta maraknya minuman berpemanis menjadi faktor utama peningkatan kasus obesitas pada anak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

"Kalau obesitas juga bisa risiko resistensi insulin ya, bisa juga mencetuskan DM pada anak. Selain itu, dampak jangka panjangnya juga bisa ke masalah ginjal, kalau memang konsumsi dalam jangka waktu yang panjang menyebabkan obesitas, hipertensi nanti kemudian hari komplikasinya, bisa juga salah satunya membebani fungsi ginjal yang kerja berlebihan akhirnya menyebabkan penyakit ginjal kronik pada anak," ujarnya.

Dia menjelaskan batas konsumsi gula tambahan berbeda pada setiap kelompok usia. Bahkan, anak di bawah usia dua tahun tidak dianjurkan mengonsumsi gula tambahan sama sekali.

"Pada anak tentunya tergantung kelompok usia. Di bawah usia dua tahun tidak direkomendasikan untuk pemberian gula tambahan. Usia dua tahun sampai enam tahun, itu maksimal hanya empat sendok teh saja per hari atau sekitar 19 gram," ucapnya.

Menurutnya, tingginya paparan makanan dan minuman tinggi gula membuat peran keluarga menjadi sangat penting dalam membentuk pola makan sehat anak sejak dini. Orang tua perlu mengawasi asupan harian sekaligus membatasi konsumsi minuman berpemanis dan makanan tinggi gula.

"Iya, jadi pertama dimulai dari keluarga tentunya. Jangan sampai anak terlalu sering mengonsumsi makanan ataupun minuman yang tinggi gula," katanya.

dr Reza menilai edukasi gizi kepada orang tua menjadi langkah penting untuk menekan angka obesitas pada anak. Dengan menerapkan pola makan seimbang dan membatasi gula tambahan sesuai rekomendasi, risiko diabetes, hipertensi, hingga penyakit ginjal kronis pada anak dapat diminimalkan sejak usia dini.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut